BERITA TERKINI
Ketegangan Iran–AS Memanas, Trump Pertimbangkan Berbagai Opsi Respons atas Kerusuhan di Teheran

Ketegangan Iran–AS Memanas, Trump Pertimbangkan Berbagai Opsi Respons atas Kerusuhan di Teheran

JAKARTA — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran di tengah situasi domestik negara tersebut yang diguncang demonstrasi sejak awal 2026.

Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei menilai aksi demonstrasi yang terjadi di Teheran merupakan operasi intelijen Amerika Serikat. Ia menuding Trump mendukung demonstrasi dan menyerukan hukuman keras bagi para demonstran.

“Dengan Rahmat Tuhan, bangsa Iran harus menghancurkan para penghasut sebagaimana telah menghancurkan kekuatan penghasutan itu sendiri,” kata Khamenei, dikutip dari The Guardian, Sabtu (17/1/2026).

Iran juga menyebut memiliki bukti rekaman terkait dugaan upaya penghasutan dalam demonstrasi yang dilaporkan menewaskan 5.000 orang. Dalam narasi yang disampaikan pihak Iran, sabotase terlihat dari video yang memperlihatkan demonstran membawa senjata api dan pisau di tengah kerumunan demonstran sipil. Menurut mereka, hal tersebut menjadi indikasi adanya campur tangan asing dalam demonstrasi di Iran.

Di sisi lain, Trump menyatakan sikap terkait situasi tersebut. Ia secara terbuka menuntut agar kekerasan terhadap demonstran segera dihentikan. Trump menyebut pembunuhan warga sipil sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan mengisyaratkan Washington tidak akan tinggal diam jika situasi terus memburuk.

Menurut laporan The Independent, Senin (12/1/2026), dua sumber yang mengetahui pembahasan internal Gedung Putih menyebut Trump bersama tim keamanan nasionalnya tengah mengkaji berbagai skenario respons. Opsi yang dipertimbangkan disebut mencakup operasi siber hingga kemungkinan serangan militer langsung, baik oleh AS maupun melalui Israel.

Sikap Trump tersebut menambah daftar ketegangan geopolitik yang melibatkan AS, termasuk isu lain yang disebut sebagai upaya aneksasi terhadap Greenland, Denmark.