BERITA TERKINI
Konflik Timur Tengah Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan pada Pasar Properti Indonesia

Konflik Timur Tengah Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan pada Pasar Properti Indonesia

Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel–Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap pasar properti di Indonesia, yang saat ini disebut tengah mengalami pelemahan.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) sekaligus pengamat properti, Ali Tranghanda, menilai di tengah konflik global, pergerakan harga properti berpeluang stagnan bahkan cenderung menurun. Menurutnya, sebagian investor mulai melakukan aksi keluar dari pasar sekunder dengan menjual sebagian aset investasi properti, yang dapat memicu koreksi harga.

Ali juga melihat bahwa meski harga berada di titik rendah, minat investor saat ini justru menurun. Ia menilai konflik tersebut secara tidak langsung dapat semakin menekan perekonomian dan daya beli masyarakat.

Dari sisi segmen, Ali menilai properti dengan harga di bawah Rp 500 juta menjadi yang paling rentan terdampak ketidakpastian global. Sementara itu, pada segmen atas, minat pasar disebut mengalami penurunan meski daya beli pada kelompok ini masih ada.

Ali menegaskan pasar properti saat ini berada dalam kondisi melemah dan berpotensi lebih tertekan setelah perang tersebut. Ia menilai pemerintah perlu mempercepat pergerakan ekonomi agar pertumbuhan tetap terjaga.