Moskow — Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan tidak ada alasan untuk menyalahkan Rusia terkait serangkaian insiden penemuan drone di sejumlah negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan itu disampaikan Peskov pada Senin, menyusul laporan media di Denmark, Norwegia, dan Jerman mengenai kemunculan pesawat nirawak tak dikenal di dekat bandara, yang sebagian dikaitkan dengan Rusia.
Menurut Peskov, sejumlah insiden yang memicu kepanikan tidak serta-merta dapat diarahkan kepada Rusia tanpa bukti yang jelas. Ia mencontohkan sebuah laporan yang baru dibacanya, tentang penangkapan seorang penggemar penerbangan lokal di salah satu kota di Eropa saat menguji drone.
“Sekali lagi, tidak ada alasan untuk menyalahkan Rusia atas hal ini. Saya baru saja membaca laporan bahwa seorang penggemar penerbangan lokal ditangkap di salah satu kota di Eropa karena sedang menguji drone,” kata Peskov kepada wartawan di Moskow.
Ia menambahkan, drone yang semula dianggap tak dikenal dan menimbulkan kepanikan, ternyata dioperasikan warga setempat tanpa hubungan dengan Rusia. Peskov menyebut contoh itu sebagai kasus kecil dan terisolasi, namun menurutnya dapat menjadi pengingat agar penilaian terhadap insiden semacam ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
Peskov juga menilai banyak politisi di Eropa kini cenderung menuding Rusia atas berbagai peristiwa tanpa dasar yang memadai. “Situasi dengan drone ini, paling tidak, bisa disebut sebagai hal yang aneh,” ujarnya.
Sebelumnya, Bandara Internasional Munich di Jerman sempat menghentikan sementara seluruh penerbangan pada Kamis malam setelah beberapa kali terdeteksi drone di area udara bandara. Pengelola bandara menyatakan gangguan itu menyebabkan 17 penerbangan keberangkatan dibatalkan dan 15 penerbangan kedatangan dialihkan ke Stuttgart, Nuremberg, Wina, dan Frankfurt, dengan dampak terhadap sekitar 3.000 penumpang.
Insiden di Munich menambah daftar gangguan wilayah udara di sejumlah negara Uni Eropa, termasuk Polandia, Rumania, Latvia, Estonia, dan Denmark.
Pemerintah Rusia menyatakan tidak terlibat dalam serangkaian pelanggaran udara tersebut dan menyebut tuduhan yang mengaitkannya sebagai upaya memperkeruh hubungan antara Rusia dan negara-negara Eropa.

