Jakarta – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat disebut menegaskan arah diplomasi perdagangan Indonesia di tengah dinamika dan fragmentasi ekonomi global. Lawatan ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap perundingan internasional berpihak pada kepentingan nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, Presiden menegaskan prinsip yang harus dipegang pemerintah dalam setiap negosiasi ekonomi, terutama dalam agenda yang akan berlangsung dengan Amerika Serikat. “Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” tulis Teddy.
Menurut Teddy, Presiden juga menekankan bahwa diplomasi perdagangan tidak berhenti pada kepentingan transaksional jangka pendek. Negosiasi diharapkan memperkuat struktur ekonomi nasional secara menyeluruh, termasuk mendorong produktivitas industri dalam negeri dan memperkuat rantai pasok industri global.
“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” ungkap Teddy. Ia menambahkan, Presiden menginginkan setiap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah segera memberikan keuntungan konkret bagi Indonesia.
Selain menekankan penguatan produktivitas industri nasional dan integrasi dalam rantai pasok dunia, Teddy menyebut agenda kunjungan juga membahas penguatan hubungan Indonesia–Amerika Serikat melalui sejumlah perundingan dan perjanjian dagang. “Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” tulisnya dalam keterangan pers.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, lawatan tersebut mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara kedua negara. Ia juga menyebut agenda itu terkait pembaruan perundingan Indonesia–Amerika Serikat dan rencana penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
“Pertemuan membicarakan terkait update perundingan Indonesia-Amerika. Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan hadir di Amerika Serikat pada tanggal 19. Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujar Haryo.
Di sisi lain, apresiasi disebut datang dari kalangan diaspora dan mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Alberto Sidiq, mahasiswa asal Jakarta yang berkuliah di Johns Hopkins University, menyatakan optimisme terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. “Kita sebagai masyarakat Indonesia harus optimis terhadap kepemimpinan yang sudah kita percayai. Kita selalu berdoa agar beliau dapat menjalankan tugas sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.

