BERITA TERKINI
Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno Dikabarkan Meninggal Dunia

Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia politik dan militer Indonesia. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Try Sutrisno, dikabarkan meninggal dunia.

Informasi tersebut disampaikan pihak keluarga yang juga memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

Try Sutrisno merupakan Wakil Presiden RI ke-6 yang menjabat pada periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto. Sebelum masuk ke pemerintahan, ia dikenal luas sebagai tokoh militer dengan rekam jejak panjang.

Dalam kariernya, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Panglima ABRI dan Kepala Staf Angkatan Darat. Di berbagai posisi itu, ia dikenal sebagai perwira yang tegas, disiplin, dan loyal terhadap negara.

Lahir di Surabaya pada 1935, Try Sutrisno memulai karier militernya setelah menempuh pendidikan di Akademi Militer Nasional. Perjalanan kariernya menanjak secara bertahap melalui beragam penugasan, dari daerah operasi hingga jabatan strategis di tingkat nasional.

Ketika dipercaya menjadi Wakil Presiden, Try Sutrisno disebut terlibat dalam program pembangunan nasional, terutama terkait upaya menjaga stabilitas politik dan keamanan. Ia juga dikenal sebagai figur yang tidak banyak bicara, namun bekerja efektif di balik layar. Rekan sejawat menilai ia sebagai pemimpin yang rendah hati dan tidak mencari popularitas.

Sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, hingga masyarakat umum menyampaikan belasungkawa. Ucapan duka mengalir melalui berbagai saluran komunikasi sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa almarhum.

Keluarga menyampaikan terima kasih atas doa dan perhatian publik. Mereka berharap Try Sutrisno dikenang sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara.

Rencana pemakaman disebut akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum selama bertugas. Kepergiannya menjadi kehilangan, terutama bagi generasi yang pernah merasakan kepemimpinannya pada masa transisi politik nasional.