JAKARTA — Penasihat Militer RI untuk PBB periode 2017–2019, Mayjen TNI (Purn) Fulad, menilai kabar perpanjangan gencatan senjata yang disebut disampaikan secara sepihak oleh Donald Trump tidak serta-merta dapat dibaca sebagai tanda perang akan segera berakhir.
Dalam tulisannya, Fulad menyatakan gencatan senjata tersebut dipromosikan sebagai “langkah menuju perdamaian” dan diberitakan luas oleh media. Namun, ia mengingatkan publik agar tidak mudah percaya bahwa perpanjangan gencatan senjata otomatis menjadi solusi konflik.
Fulad menyebut gencatan senjata sepihak itu bukan jalan keluar, melainkan “off-ramp” yang menurutnya lahir dari kelemahan, bukan dari itikad baik. Ia juga menilai perang dan diplomasi kerap lebih berorientasi pada pencitraan ketimbang penyelamatan nyawa.
Selain itu, Fulad mengemukakan pandangannya bahwa Iran tengah menjalankan strategi diplomasi dengan “papan catur yang berbeda”, dengan Pakistan disebut berperan sebagai kurir pesan, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai sebagai tujuan akhir dari jalur diplomasi tersebut.
Tulisan ini disampaikan Fulad dalam konteks pembacaan kritis terhadap narasi gencatan senjata yang berkembang di ruang publik, sekaligus sebagai pengingat bahwa dinamika konflik dan diplomasi dapat bergerak di luar apa yang tampak di permukaan.