Meksiko dilaporkan akan mengerahkan 100 ribu personel keamanan selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan negara tersebut sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Selain menyiapkan penyelenggaraan turnamen, Meksiko juga membawa beban sejarah sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali. Namun, di tengah rencana kemeriahan ajang tersebut, isu keamanan tetap menjadi perhatian.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di sejumlah wilayah Meksiko disebut sempat memanas, khususnya di Guadalajara, setelah tewasnya tokoh sentral kartel narkoba Nemesio “El Mencho” Oseguera. Kekacauan yang sempat terjadi memunculkan pertanyaan publik mengenai keamanan selama Piala Dunia 2026.
Merespons kekhawatiran tersebut, pemerintah Meksiko di bawah kepemimpinan Presiden Claudia Sheinbaum meluncurkan strategi pertahanan komprehensif bernama “Rencana Kukulkan”, seperti dikutip dari BBC. Nama rencana itu diambil dari dewa ular bersayap dalam peradaban Maya, yang melambangkan kekuatan dan perlindungan menyeluruh.

