BERITA TERKINI
Menkeu Purbaya: APBN Dinilai Masih Kuat Hadapi Risiko Krisis Global Berkepanjangan

Menkeu Purbaya: APBN Dinilai Masih Kuat Hadapi Risiko Krisis Global Berkepanjangan

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global yang berkepanjangan, termasuk dampak eskalasi di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) malam. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas berbagai skenario ketahanan anggaran apabila krisis berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Menurut Purbaya, penilaian itu didasarkan pada analisis sementara serta kondisi fiskal terkini yang dinilai masih dalam kategori baik. “Ada bahas antara lain kalau krisis seperti ini berkepanjangan, tahan nggak anggarannya, anggarannya seperti apa. Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi nggak ada masalah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang mendukung kondisi fiskal adalah kinerja penerimaan negara yang menunjukkan perbaikan pada awal tahun. Penerimaan pajak dan bea cukai pada Januari hingga Februari 2026 tercatat tumbuh sekitar 30 persen.

“Itu angka yang signifikan sekali. Artinya, ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, pajak dan bea cukai,” kata Purbaya.

Terkait ketahanan ekonomi nasional di tengah eskalasi Amerika Serikat dan Iran, Purbaya menyebut pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario harga minyak untuk satu tahun anggaran berjalan. Menurutnya, kenaikan harga minyak pada level tertentu masih dapat diserap oleh APBN.

Namun, ia menambahkan, apabila lonjakan harga minyak terjadi secara ekstrem, pemerintah akan melakukan perhitungan ulang untuk menyesuaikan kebijakan fiskal. “Jadi masih bisa di absorb kalau harga minyak naik kalau terlalu tinggi. Tapi kalau ekstrem sekali akan kita hitung ulang,” ujar Purbaya.