BERITA TERKINI
Menkeu Purbaya Optimistis Fondasi Ekonomi RI Kuat di Tengah Sentimen Negatif

Menkeu Purbaya Optimistis Fondasi Ekonomi RI Kuat di Tengah Sentimen Negatif

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis prospek ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah gejolak global dan sentimen negatif yang belakangan muncul terhadap kebijakan yang ia jalankan. Ia menilai fondasi ekonomi yang sedang dibangun akan menjadi pendorong pertumbuhan sekaligus menopang kinerja pasar modal ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026).

Dalam acara tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah tengah menjalankan reformasi ekonomi secara serius. Ia mengatakan, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah menyiapkan fondasi agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat dibanding tren sebelumnya.

Purbaya menyebut, jika selama ini pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen, pemerintah sedang merancang akselerasi menuju pertumbuhan yang lebih tinggi. Menurut dia, kewenangan percepatan pembangunan kini dikonsolidasikan melalui satuan tugas di bawah pemerintah untuk memangkas hambatan birokrasi dan mempercepat pelaksanaan program strategis.

Ia juga menilai ketahanan ekonomi domestik masih terjaga. Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi tetap berada di atas 5,5 persen pada semester awal tahun ini, meski tekanan ekonomi global belum sepenuhnya mereda.

Selain itu, Purbaya menyinggung reformasi di sektor penerimaan negara yang menurutnya mulai menunjukkan hasil. Ia mengklaim penerimaan pajak tumbuh 20 persen dalam tiga bulan pertama, yang ditopang pembenahan sistem dan reformasi perpajakan.

Purbaya menilai kombinasi percepatan pembangunan, reformasi fiskal, dan penguatan sektor swasta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Ia menyampaikan keyakinan ekonomi Indonesia bisa mendekati 8 persen dalam beberapa tahun ke depan, meski ia mengakui target tersebut kerap dinilai terlalu ambisius.