Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertemu Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Islamabad pada Sabtu (25/4). Pertemuan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi regional di tengah konflik yang masih berlangsung.
Pertemuan tersebut merupakan rangkaian kunjungan regional Araqchi ke tiga negara, yaitu Pakistan, Oman, dan Rusia. Agenda kunjungan itu difokuskan pada pembahasan stabilitas kawasan serta kelanjutan proses perdamaian.
Menurut laporan Tasnim News Agency, pembicaraan Araqchi dan Munir menitikberatkan pada langkah-langkah untuk menghentikan konflik dan mendorong terciptanya perdamaian di kawasan, terutama setelah perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan tidak ada agenda pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat selama kunjungan tersebut. Ia menyatakan komunikasi Iran dengan Washington tetap dilakukan secara tidak langsung melalui Pakistan sebagai mediator.
“Kami tiba di Islamabad untuk melakukan pembicaraan resmi dengan pejabat tinggi Pakistan dalam rangka mediasi yang sedang berlangsung guna mengakhiri agresi yang dipaksakan dan memulihkan perdamaian di kawasan,” kata Baqaei.
Ia menambahkan, seluruh pandangan dan posisi Iran akan disampaikan kepada pihak Pakistan untuk diteruskan kepada Amerika Serikat.
Pertemuan di Islamabad berlangsung di tengah situasi geopolitik yang tegang sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran. Dalam serangan tersebut, Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer tinggi dilaporkan tewas.
Iran kemudian merespons melalui serangkaian serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang berlangsung selama 40 hari. Dalam periode itu, Iran disebut melancarkan lebih dari 100 gelombang serangan yang menargetkan posisi militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk Persia dan wilayah pendudukan.