Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyerukan penguatan upaya diplomasi untuk menjamin kebebasan navigasi yang berkelanjutan di Selat Hormuz, di tengah pembatasan pelayaran menyusul serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataannya pada Minggu (26/4) malam, Albusaidi mengatakan ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengenai situasi di Selat Hormuz. Ia menyebut pembahasan tersebut berlangsung “baik”.
Melalui platform media sosial X, Albusaidi menekankan tanggung jawab negara-negara pesisir terhadap komunitas internasional. Ia juga menyinggung kebutuhan kemanusiaan untuk membebaskan para pelaut yang dinilai telah ditahan terlalu lama.
“Diperlukan banyak diplomasi dan solusi praktis untuk memastikan kebebasan navigasi yang berkelanjutan,” tulis Albusaidi.
Araghchi diketahui tiba di Muscat pada Sabtu (25/4) dari Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Oman, di tengah upaya mediasi Pakistan guna mencapai kesepakatan antara Iran dan AS untuk mengakhiri konflik mereka.
Setelah kunjungan tersebut, Araghchi kembali ke Pakistan pada Minggu untuk berdiskusi dengan pejabat setempat mengenai kemungkinan putaran kedua negosiasi dengan Washington. Dari Islamabad, ia kemudian bertolak ke Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Rusia.
Iran dan AS sebelumnya menggelar pembicaraan di Islamabad dua pekan lalu, namun belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Negosiasi tersebut berlangsung setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Meski rencana putaran pembicaraan berikutnya masih diupayakan, sejumlah isu yang disebut belum terselesaikan mencakup Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, serta uranium yang diperkaya oleh Iran.