BERITA TERKINI
Muhammadiyah Dorong Diplomasi Pendidikan Global lewat Dialog Reformasi Pendidikan dengan Palestina di Jakarta

Muhammadiyah Dorong Diplomasi Pendidikan Global lewat Dialog Reformasi Pendidikan dengan Palestina di Jakarta

Muhammadiyah terus memperkuat perannya dalam diplomasi pendidikan global melalui keterlibatan aktif dalam forum Education Reform Dialog with Palestinian Ministry of Education and Higher Education yang digelar di Jakarta, 26 April 2026. Forum ini menjadi ruang pembahasan isu-isu kunci reformasi pendidikan dalam konteks global, terutama bagi negara yang menghadapi tantangan kompleks seperti Palestina.

Wakil Ketua VI Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Alpha Amirrachman, mengatakan dialog tersebut tidak berhenti pada tataran normatif. Menurutnya, forum itu menjadi wadah pembelajaran kebijakan (policy learning) dan penguatan kapasitas bersama (mutual capacity building) antara Indonesia dan Palestina.

Alpha menjelaskan, ada sejumlah topik utama yang dibahas. Pertama, reformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sistem pendidikan dapat tetap berjalan di tengah tekanan geopolitik serta keterbatasan sumber daya. Kedua, pertukaran praktik terbaik dari Indonesia, khususnya model pendidikan keislaman modern yang dikembangkan Muhammadiyah dan manajemen sekolah yang dinilai efektif. Ketiga, isu-isu global pendidikan, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, pemerataan akses, dan relevansi kurikulum. Keempat, penguatan kolaborasi lintas negara, baik pada tingkat kebijakan maupun implementasi di sekolah dan komunitas pendidikan.

Untuk langkah lanjutan, Alpha menyebut telah disiapkan rencana strategis yang ditujukan berdampak jangka panjang. Program-program tersebut meliputi Sister Schools Program, penjajakan pendirian sekolah Muhammadiyah di Palestina, serta kolaborasi kebijakan pendidikan yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai policy anchor.

Selain itu, berbagai pendekatan kolaboratif juga akan dikembangkan bersama aktor-aktor kunci di Palestina, termasuk Palestinian Ministry of Education and Higher Education. Alpha menilai kerja sama ini mencerminkan pendekatan multi-track diplomacy, yakni sinergi antara negara dan organisasi masyarakat sipil untuk menghasilkan dampak yang lebih nyata.

Ia menambahkan, keterlibatan Muhammadiyah dalam upaya perdamaian merupakan bentuk diplomasi pendidikan berbasis kemanusiaan. Dalam pandangannya, dukungan yang diberikan tidak sebatas simbolik, tetapi diarahkan pada solusi sistemik melalui transfer model pendidikan yang telah teruji.

Alpha juga menyampaikan bahwa kontribusi penguatan sistem pendidikan di Palestina dapat mendukung proses nation building, penguatan identitas, serta keberlanjutan masa depan generasi Palestina. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada tahap awal atau proyek percontohan, melainkan berkembang menjadi model kerja sama pendidikan lintas negara, terutama di antara negara-negara Global South.

“Pendidikan adalah jembatan paling kuat untuk membangun perdamaian dan masa depan. Muhammadiyah akan terus hadir sebagai mitra strategis dalam diplomasi pendidikan global yang berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Alpha.