BERITA TERKINI
Muhammadiyah Perkuat Diplomasi Pendidikan lewat Dialog Reformasi Pendidikan dengan Palestina di Jakarta

Muhammadiyah Perkuat Diplomasi Pendidikan lewat Dialog Reformasi Pendidikan dengan Palestina di Jakarta

Peran diplomasi pendidikan berbasis kemanusiaan kembali mengemuka dalam forum internasional yang mempertemukan Indonesia dan Palestina di Jakarta, 26 April 2026. Kegiatan bertajuk Education Reform Dialog with Palestinian Ministry of Education and Higher Education ini membahas arah reformasi pendidikan di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Dalam forum tersebut, Muhammadiyah menempatkan isu pendidikan sebagai instrumen strategis untuk membangun kerja sama lintas negara. Dialog tidak hanya membahas konsep, tetapi juga diarahkan pada pertukaran pengalaman serta penguatan kapasitas antarpihak.

Wakil Ketua VI Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Alpha Amirrachman, menilai forum ini memiliki nilai praktis bagi kedua pihak. “Forum ini pada dasarnya bukan sekadar dialog normatif, tapi juga menjadi platform konkret untuk policy learning dan mutual capacity building antara Indonesia dan Palestina,” kata Alpha, Rabu (29/4/2026).

Sejumlah isu utama menjadi sorotan dalam diskusi, termasuk perancangan reformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tekanan geopolitik dan keterbatasan sumber daya yang dihadapi Palestina. Pengalaman Indonesia juga dibagikan, terutama terkait model pendidikan keislaman modern Muhammadiyah dan pengelolaan sekolah yang dinilai efektif.

Topik lain yang turut dibahas mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, pemerataan akses pendidikan, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan global. Forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara, baik pada level kebijakan maupun implementasi di lapangan.

Alpha menyampaikan, sejumlah langkah lanjutan telah disiapkan untuk memastikan dampak jangka panjang dari kerja sama tersebut. Rencana yang disebutkan meliputi pengembangan Sister Schools Program, penjajakan pendirian sekolah Muhammadiyah di Palestina, serta kolaborasi kebijakan yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai policy anchor.

Kerja sama ini juga akan melibatkan berbagai pihak di Palestina, termasuk Palestinian Ministry of Education and Higher Education, dengan pendekatan yang menekankan sinergi antara negara dan organisasi masyarakat sipil.

Menurut Alpha, keterlibatan Muhammadiyah dalam upaya perdamaian merupakan wujud diplomasi pendidikan berbasis kemanusiaan. Ia menilai Muhammadiyah tidak berhenti pada dukungan simbolik, melainkan menghadirkan upaya yang diarahkan pada solusi sistemik melalui transfer model pendidikan yang telah dijalankan.

Alpha menambahkan, kontribusi tersebut dipandang tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan proses nation building, penguatan identitas, serta masa depan generasi Palestina. Ia berharap kerja sama ini terus berkembang dan tidak berhenti pada tahap awal.

“Pendidikan adalah jembatan paling kuat untuk membangun perdamaian dan masa depan. Muhammadiyah akan terus hadir sebagai mitra strategis dalam diplomasi pendidikan global yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Alpha.