BERITA TERKINI
Multifinance Bidik Pertumbuhan Pembiayaan 2026 dengan Strategi Lebih Selektif

Multifinance Bidik Pertumbuhan Pembiayaan 2026 dengan Strategi Lebih Selektif

JAKARTA — Industri multifinance atau perusahaan pembiayaan tetap menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan pada 2026, namun dengan pendekatan yang lebih selektif. Strategi ini ditempuh untuk memitigasi risiko gagal bayar, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan kinerja industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengatakan, di tengah dinamika perekonomian, perusahaan pembiayaan perlu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan.

Menurut Agusman, perusahaan pembiayaan tetap membidik pertumbuhan penyaluran pembiayaan dengan cara lebih selektif dalam memilih debitur guna menekan risiko gagal bayar. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga kualitas pembiayaan serta keberlanjutan kinerja industri.

Ia menambahkan, sejumlah tantangan masih membayangi industri multifinance, terutama kondisi ekonomi yang berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan maupun kualitas pembiayaan. Karena itu, perusahaan pembiayaan perlu terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas portofolio, serta memastikan pelindungan konsumen.

Per Februari 2026, piutang pembiayaan industri multifinance tercatat sebesar Rp 512,14 triliun atau tumbuh 1,01% secara tahunan (year on year/yoy). Pada periode yang sama, profil risiko perusahaan pembiayaan disebut tetap terjaga, tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross sebesar 2,78% dan NPF net 0,81%.