BERITA TERKINI
Oman Dorong Diplomasi untuk Menjaga Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Oman Dorong Diplomasi untuk Menjaga Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Muscat — Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyerukan penguatan jalur diplomasi untuk menjamin kebebasan navigasi yang berkelanjutan di Selat Hormuz. Seruan itu disampaikan pada Minggu, 26 April, di tengah pembatasan pelayaran dan meningkatnya ketegangan kawasan.

Menurut Albusaidi, situasi memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dalam konteks tersebut, ia mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengenai kondisi di Selat Hormuz, dan menyebut diskusi berlangsung dengan baik.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Albusaidi menekankan tanggung jawab bersama negara-negara pesisir terhadap komunitas internasional. Ia juga menyoroti kebutuhan kemanusiaan untuk membebaskan para pelaut yang dinilainya telah ditahan terlalu lama.

Albusaidi menambahkan bahwa dibutuhkan upaya diplomasi yang luas serta solusi praktis untuk memastikan kebebasan navigasi yang bersifat permanen di kawasan tersebut.

Araghchi tiba di Muscat pada Sabtu setelah bertolak dari Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Oman. Kunjungan itu disebut sebagai bagian dari upaya mediasi Pakistan guna mencapai kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik kedua negara.

Setelah dari Oman, Araghchi kembali ke Pakistan pada Minggu untuk membahas kemungkinan putaran kedua negosiasi dengan Washington. Ia kemudian dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Moskow untuk bertemu pejabat Rusia.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah menggelar pembicaraan di Islamabad dua pekan lalu, namun belum menghasilkan kesepakatan. Negosiasi itu berlangsung setelah Pakistan menengahi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.

Meski upaya menuju perundingan lanjutan masih berjalan, sejumlah isu disebut tetap menjadi hambatan, termasuk status Selat Hormuz, blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta persoalan pengayaan uranium Iran.