BERITA TERKINI
Parlemen Uni Eropa Pertimbangkan Tunda Persetujuan Kesepakatan Dagang dengan AS Usai Ancaman Tarif Trump

Parlemen Uni Eropa Pertimbangkan Tunda Persetujuan Kesepakatan Dagang dengan AS Usai Ancaman Tarif Trump

Anggota parlemen Uni Eropa (UE) mempertimbangkan untuk menghentikan sementara proses persetujuan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS). Wacana ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan rencana mengenakan tarif terhadap negara-negara yang mendukung Greenland, di tengah meningkatnya ketegangan hubungan bilateral.

Presiden Partai Rakyat Eropa (European People’s Party/EPP) Manfred Weber pada Sabtu (17/1/2026) menyebut persetujuan kesepakatan dagang UE–AS tidak memungkinkan pada tahap ini. Melalui unggahan di media sosial, Weber menegaskan EPP pada prinsipnya mendukung kesepakatan dagang UE–AS, namun ancaman tarif Trump terkait Greenland membuat proses persetujuan sulit dilanjutkan.

Weber juga menyatakan bahwa kesepakatan UE untuk menurunkan tarif atas “produk-produk AS” perlu ditangguhkan. Pernyataan itu mencerminkan sikap keras dari salah satu kelompok politik terbesar dan paling berpengaruh di Parlemen Eropa.

Kesepakatan dagang UE–AS, yang sebelumnya dicapai oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dengan Donald Trump pada musim panas lalu, disebut telah diterapkan sebagian. Meski demikian, kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan penuh dari parlemen agar dapat berlaku secara menyeluruh.

Jika EPP bergabung dengan kelompok-kelompok politik berhaluan kiri, mereka berpotensi mengantongi dukungan suara yang cukup untuk menunda atau bahkan memblokir persetujuan kesepakatan tersebut.

Penundaan atau pembatalan kesepakatan dagang ini berpotensi berdampak besar pada hubungan ekonomi transatlantik, termasuk perdagangan, investasi, dan stabilitas pasar global. Situasi ini juga menunjukkan bagaimana dinamika politik di AS dapat berpengaruh pada kebijakan luar negeri dan hubungan dagang dengan mitra-mitra utama.