BERITA TERKINI
Pasar Suplemen di Asia Pasifik Tumbuh Agresif, Konsumen Makin Dipengaruhi Faktor Emosional dan Kepraktisan

Pasar Suplemen di Asia Pasifik Tumbuh Agresif, Konsumen Makin Dipengaruhi Faktor Emosional dan Kepraktisan

Pasar suplemen makanan dan nutrisi (food supplements and nutrition/FSN) global diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Nilai pasar ini diperkirakan mencapai USD 758,99 miliar pada 2034, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 7%.

Di kawasan Asia Pasifik (APAC), termasuk Indonesia, laju pertumbuhan disebut lebih agresif. Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar paling dinamis, dengan nilai sekitar USD 2,53 miliar pada 2024 dan diprediksi naik menjadi USD 4,86 miliar pada 2030. Proyeksi tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 11,6% per tahun.

Riset global Tetra Pak yang dilakukan bersama Ipsos menyoroti perubahan perilaku konsumen sebagai pendorong utama pertumbuhan. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan manfaat kesehatan, tetapi juga faktor emosional dalam memilih produk nutrisi. Produk FSN dinilai mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, hingga membantu mengelola stres.

Marketing Director Tetra Pak untuk Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia, John Jose, menyatakan bahwa kepraktisan tetap menjadi kebutuhan dasar konsumen. Namun, ia menambahkan, konsumen kini juga mencari produk yang memberi nilai lebih bagi kesejahteraan jangka panjang.

Riset tersebut mencatat, mayoritas konsumen di APAC mengonsumsi produk FSN untuk mendukung kesehatan fisik (62%) dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian (61%). Selain itu, 48% responden mengandalkan produk ini untuk menjaga energi sepanjang hari.

Di Indonesia, tren ini disebut sejalan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang padat. Konsumen di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung cenderung mencari solusi nutrisi yang praktis dan cepat dikonsumsi.

Selain manfaat fisik, aspek emosional juga semakin menonjol. Secara global, 42% konsumen mengaku mengonsumsi produk nutrisi agar merasa lebih mengendalikan kesehatan mereka. Sementara 39% mencari kepastian bahwa kebutuhan nutrisi terpenuhi, dan 30% ingin merasa lebih seimbang serta mengurangi stres.

Di APAC, 28% responden mengaitkan konsumsi FSN dengan kesehatan mental, sedangkan 23% lainnya menyebut tujuan terkait penampilan dan kebugaran. Rasa juga tetap menjadi pertimbangan, dengan sekitar 23% konsumen menyatakan kenikmatan sebagai alasan mengonsumsi produk nutrisi.

Perubahan gaya hidup turut mendorong meningkatnya minat pada produk siap konsumsi. Sebanyak 59% konsumen menyatakan ketertarikan pada produk FSN dalam format siap minum (ready-to-drink). Format ini dinilai praktis karena tidak memerlukan persiapan, mudah disimpan, dan cocok untuk aktivitas harian yang padat.

Riset yang sama mencatat, sekitar 21% konsumen membutuhkan produk praktis saat beraktivitas di luar rumah, sementara 19% ingin menghemat waktu dalam menyiapkan makanan atau camilan.

Di luar produk, kemasan dan transparansi informasi juga menjadi perhatian. Label yang jelas, informasi bahan yang lengkap, serta kemasan yang praktis dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Di Indonesia, regulasi terkait produk fortifikasi mewajibkan pelabelan yang jelas dan standar keamanan yang ketat. Ketentuan ini turut memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk nutrisi. Tetra Pak menilai peluang pertumbuhan pasar FSN di Indonesia masih terbuka lebar, meski pelaku industri perlu menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi konsumen dengan menggabungkan manfaat kesehatan, nilai emosional, dan kepraktisan di tengah persaingan yang kian ketat.