Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo kembali menyoroti konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Ia menyatakan kekecewaan karena belum ada kejelasan terkait negosiasi damai di Timur Tengah, di tengah situasi yang dinilainya terus memperpanjang penderitaan.
Paus Leo mengungkapkan keprihatinan atas mandeknya pembicaraan antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran. Ia menilai sikap yang saling berubah dari pihak-pihak terkait membuat arah penyelesaian konflik kian tidak pasti.
“Suatu hari Iran mengatakan ya, Amerika Serikat mengatakan tidak, dan sebaliknya. Kita tidak tahu ke mana arahnya,” kata Paus Leo.
Menurutnya, ketidakjelasan diplomasi tersebut berpotensi membawa penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat, terutama warga yang berada di kawasan terdampak seperti Iran.
“Situasi ini masih kacau… dan seluruh masyarakat, orang-orang tak bersalah, menderita karena perang ini,” tegasnya.
Paus Leo juga menegaskan kembali sikapnya yang menolak perang dalam bentuk apa pun. Ia mengatakan akan terus mengecam perang yang berlangsung, termasuk yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
“Sebagai seorang gembala, saya tidak bisa mendukung perang,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Paus Leo turut menyoroti banyaknya korban sipil serta penderitaan masyarakat Iran yang tidak terlibat langsung dalam perang.
Sementara itu, belum ada kejelasan mengenai akhir konflik. Disebutkan bahwa Amerika Serikat baru-baru ini mencegat setidaknya tiga tanker berbendera Iran di Asia dan dilaporkan memaksa kapal-kapal tersebut mengalihkan jalur serta menjauh dari posisi mereka di sekitar wilayah India, Malaysia, dan Sri Lanka.
Laporan juga menyebut salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker bernama Deep Sea, yang dilaporkan membawa sebagian muatan minyak mentah dan terakhir terdeteksi di lepas pantai Malaysia.
Kapal lain yang disebut terkena blokade adalah Sevin, yang juga dilaporkan bermuatan minyak mentah. Kapal ini disebut memiliki kapasitas maksimum 1 juta barel dan membawa muatan hingga sekitar 65%.
Supertanker Dorena juga dilaporkan terdampak. Kapal tersebut disebut membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah dan kini dikawal kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia. Dorena sebelumnya terdeteksi di lepas pantai India.
Di sisi lain, meski gencatan senjata disebut masih berlaku tanpa batas waktu, upaya negosiasi belum menunjukkan kemajuan signifikan. Wakil Presiden Amerika Serikat James David Vance bahkan dilaporkan membatalkan kunjungannya ke Islamabad, menyusul tidak adanya delegasi yang dikirimkan oleh Iran.