Sejumlah pemimpin Eropa menyambut apa yang mereka sebut sebagai “kemajuan signifikan” dalam upaya yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mewujudkan “perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Ukraina.” Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin di Berlin.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Mereka menyebut telah terjadi “kerja sama intensif” antara tim Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Trump, bersama tim Eropa, dalam beberapa hari dan pekan terakhir.
Para pemimpin itu menyatakan sepakat untuk bekerja bersama Trump dan Zelenskyy guna mencapai perdamaian berkelanjutan yang menjaga kedaulatan Ukraina dan keamanan Eropa. Mereka juga menyoroti adanya “keselarasan yang kuat” antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Eropa.
Dalam pernyataan itu, mereka menegaskan bahwa menjamin keamanan, kedaulatan, dan kemakmuran Ukraina dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan kawasan Euro-Atlantik yang lebih luas. Mereka juga menyatakan Ukraina berhak atas masa depan yang makmur, merdeka, dan berdaulat, tanpa ancaman agresi Rusia di masa depan.
Sebagai bagian dari potensi kesepakatan untuk mengakhiri perang, pernyataan tersebut menguraikan komitmen Amerika Serikat dan Eropa untuk menyediakan “jaminan keamanan yang kuat” serta langkah-langkah dukungan pemulihan ekonomi. Komitmen itu mencakup dukungan berkelanjutan untuk membangun angkatan bersenjata Ukraina, yang disebut “harus tetap berada pada tingkat masa damai sebanyak 800.000 personel.”
Pernyataan itu juga memuat rencana pembentukan “pasukan multinasional Ukraina yang dipimpin Eropa,” yang akan beroperasi dalam kerangka Koalisi Negara-Negara Bersedia (Coalition of the Willing) dengan dukungan Amerika Serikat.
Selain itu, diusulkan pembentukan “mekanisme pemantauan dan verifikasi gencatan senjata” yang dipimpin Amerika Serikat dengan partisipasi internasional. Para pemimpin Eropa juga menyebut komitmen hukum yang mengikat untuk merespons setiap serangan bersenjata di masa depan, yang berpotensi mencakup penggunaan kekuatan militer, bantuan intelijen, dan dukungan logistik.
Di bidang ekonomi, mereka menyatakan akan berinvestasi dalam pemulihan dan rekonstruksi Ukraina, sembari mencatat bahwa aset negara Rusia di Uni Eropa telah dibekukan. Mereka juga menegaskan dukungan kuat terhadap keanggotaan Ukraina di Uni Eropa.
Pernyataan tersebut kembali menekankan prinsip bahwa perbatasan internasional tidak boleh diubah dengan kekerasan, serta menyatakan keputusan mengenai wilayah merupakan hak rakyat Ukraina setelah jaminan keamanan diterapkan. Mereka juga menegaskan bahwa “tidak ada kesepakatan sampai semuanya disepakati.”
Para pemimpin Eropa menyatakan bahwa kini “Rusia memiliki tanggung jawab” untuk menunjukkan kesediaannya menuju perdamaian dengan menyetujui rencana perdamaian Presiden Trump dan gencatan senjata.
Pembicaraan yang melibatkan perwakilan Amerika Serikat, Ukraina, dan sejumlah negara Eropa dimulai di Berlin pada Minggu, seiring konsultasi tingkat tinggi mengenai kemungkinan mengakhiri perang yang berlanjut hingga hari yang sama. Pada Kamis, Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan puncak untuk memutuskan apakah aset negara Rusia yang dibekukan akan digunakan untuk membantu Ukraina.

