JAKARTA — Upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz dinilai tidak cukup hanya mengandalkan satu jalur diplomasi. Sejumlah pengamat menilai keterlibatan negara besar seperti China dan Rusia dapat menjadi kunci untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur vital tersebut.
Pengamat militer Anton Aliabbas mengatakan, apabila pendekatan langsung Amerika Serikat kepada Iran menemui kebuntuan, maka opsi lain perlu segera ditempuh dengan melibatkan pihak-pihak yang selama ini menopang Iran.
“Jadi memang pilihannya adalah kalau misalnya sama Iran buntu, apalagi kalau dia belum ada yang mau tidak mau, memang dia harus berbicara dengan yang selama ini menopang Iran. Adalah salah satunya adalah ada Rusia atau China atau keduanya,” ujar Anton dalam dialog KompasTV, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, pengamat senior Timur Tengah Musthafa Abdul Rahman menekankan bahwa kunci utama penyelesaian konflik tetap berada di tangan Amerika Serikat. Menurutnya, Iran berpotensi membuka kembali Selat Hormuz apabila Washington mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Kalau Amerika mencabut blokadenya, Iran juga akan membuka Selat Hormuz. Jadi kuncinya ada di Washington,” ujarnya.
Musthafa menambahkan, keterlibatan negara lain seperti China dan Rusia tetap dinilai berdampak positif, terutama untuk memperkuat upaya mediasi yang saat ini dijalankan Pakistan.