BERITA TERKINI
Pengamat Politik Tiongkok Nilai Peluang Gencatan Senjata Ukraina Membaik, Uni Eropa Masih Terbelah soal Pendanaan

Pengamat Politik Tiongkok Nilai Peluang Gencatan Senjata Ukraina Membaik, Uni Eropa Masih Terbelah soal Pendanaan

Shanghai — Seorang pengamat politik Tiongkok menilai prospek gencatan senjata dalam krisis Ukraina menunjukkan perbaikan secara hati-hati, meski perbedaan pandangan di internal Uni Eropa terkait dukungan pendanaan bagi Kiev masih berlanjut.

Pernyataan itu disampaikan Zhang Xin, Profesor Madya di Sekolah Politik dan Hubungan Internasional Universitas Normal Tiongkok Timur, dalam wawancara dengan China Global Television Network pada Minggu (21/12). Ia menyoroti dinamika pembicaraan gencatan senjata, serta perdebatan Uni Eropa mengenai opsi pemanfaatan aset Rusia yang dibekukan.

Di sisi diplomasi, utusan khusus Amerika Serikat dan Rusia menggelar pembicaraan pada akhir pekan ini di Miami dengan tujuan mengakhiri konflik. Pejabat Rusia menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “konstruktif”.

Terkait kebijakan Uni Eropa, Zhang merujuk laporan bahwa para pemimpin Uni Eropa pada Jumat (19/12) menyepakati pemberian pinjaman 90 miliar euro kepada Ukraina tanpa menggunakan aset Rusia yang dibekukan. Menurutnya, rencana yang sebelumnya mengarah pada penggunaan langsung aset tersebut menghadapi hambatan teknis, hukum, dan politik.

Zhang mengatakan penggunaan langsung aset Rusia yang dibekukan dinilai terlalu rumit secara teknis dan legal, sekaligus memicu tantangan politik di dalam Uni Eropa. Ia menyebut adanya penentangan signifikan dari sejumlah negara anggota, termasuk Belgia, Ceko, dan Slovakia. Karena itu, Uni Eropa dinilai memilih pendekatan alternatif yang untuk sementara dapat mengurangi potensi konfrontasi politik dengan Rusia terkait pemanfaatan aset tersebut.

Namun, Zhang menilai pendekatan pinjaman juga membawa konsekuensi berupa bertambahnya beban biaya langsung bagi negara-negara Eropa. Ia menambahkan, Uni Eropa tetap menyatakan memiliki hak untuk menggunakan aset-aset Rusia yang dibekukan di masa mendatang, sehingga potensi sengketa hukum—termasuk dalam konteks hukum internasional—dan sengketa politik dinilai belum sepenuhnya terselesaikan. Zhang memperkirakan perdebatan tersebut masih dapat muncul dalam beberapa bulan mendatang dalam bentuk yang berbeda.

Mengenai peluang gencatan senjata dalam waktu dekat, Zhang menyampaikan optimisme yang berhati-hati. Ia menilai, meski kesepakatan belum akan tercapai dalam waktu segera, posisi pihak-pihak terkait disebut lebih mendekati kemungkinan kesepakatan politik dibandingkan periode tiga setengah tahun sebelumnya.

Ia juga menyoroti adanya langkah-langkah yang dinilainya penting dalam beberapa pekan terakhir, terutama terkait pemaparan lebih rinci mengenai posisi utama masing-masing pihak dalam negosiasi. Zhang menyebut bahwa dalam diskusi terbaru, termasuk pembicaraan yang berlangsung di Miami, Amerika Serikat dinilai membuat kemajuan dalam ranah politik domestiknya untuk membahas prosedur hukum domestik yang perlu ditempuh terkait jaminan keamanan AS bagi Ukraina di masa mendatang.

Menurut Zhang, perkembangan tersebut menunjukkan adanya kemajuan yang lebih konkret di berbagai pihak mengenai bagaimana mewujudkan kesepakatan politik yang memungkinkan, termasuk rincian implementasinya. Ia menyimpulkan bahwa masih terdapat harapan proses menuju kesepakatan gencatan senjata semakin mendekat, meski tetap membutuhkan waktu.