BERITA TERKINI
Pertamina Manfaatkan Momentum Kartini 2026 untuk Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi dan Akses Pasar

Pertamina Manfaatkan Momentum Kartini 2026 untuk Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi dan Akses Pasar

JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memanfaatkan momentum Hari Kartini 2026 untuk menegaskan peran strategis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Melalui program Rumah BUMN, Pertamina mendorong pelaku usaha kecil agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas di tengah tekanan ekonomi global.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Webinar Kartini 2026 yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah. Dalam kegiatan itu, Pertamina mengangkat isu peningkatan daya saing UMKM melalui inovasi, ketahanan bisnis, serta perluasan akses pasar.

VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menilai situasi global saat ini menjadi ujian nyata bagi UMKM, terutama karena kenaikan biaya produksi yang menekan margin usaha. Meski demikian, ia menekankan peluang tetap terbuka bagi pelaku usaha yang mampu beradaptasi.

“UMKM sedang diuji, tetapi justru di sinilah ketahanan dan inovasi menjadi kunci. Pelaku usaha harus mampu membaca peluang, membuka pasar baru, dan memperkuat daya saing,” ujar Rudi.

Webinar tersebut juga menghadirkan kisah sukses Kebab Turki Baba Rafi yang dibangun Nilamsari Sahadewa. Berawal dari usaha kecil berbasis gerobak, bisnis itu berkembang menjadi jaringan global dengan lebih dari 1.600 outlet di 10 negara. Kisah tersebut menegaskan potensi UMKM Indonesia untuk menembus pasar internasional, dengan dukungan fondasi bisnis yang kuat, strategi branding yang tepat, serta kesiapan menghadapi krisis.

Secara konkret, Pertamina mencatat telah membina hampir 16 ribu UMKM melalui 30 Rumah BUMN di seluruh Indonesia. Dalam tiga bulan pertama 2026, berbagai program dijalankan, mulai dari sertifikasi, pelatihan, hingga fasilitasi pameran untuk memperluas akses pasar.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan penguatan UMKM bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan. “UMKM harus menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, adaptif, dan mampu bersaing hingga ke pasar global,” tegasnya.