Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Guizhou Vocational College of Electronics & Information, Guizhou, China, dalam forum 2026 Annual Conference of China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA). Kegiatan ini berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin, 27 April 2026.
Forum internasional tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Pratikno. Agenda ini menjadi ajang penguatan aliansi pendidikan vokasi, industri, dan pemerintah Indonesia–Tiongkok, yang diikuti 27 politeknik dan universitas dari Indonesia bersama mitra pendidikan dan industri dari Tiongkok.
Direktur PNL, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN.Eng., APEC.Eng., menyatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat internasionalisasi PNL melalui kolaborasi yang berdampak pada penguatan mutu pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri global.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur PNL didampingi Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr (C). Muhammad Arifai, SE. M.Acc. Ak, CPTT. CIFRS. Kehadiran keduanya juga disebut terkait penjajakan dan penguatan kemitraan strategis dengan mitra vokasi dari Tiongkok.
Rizal menjelaskan ruang lingkup kesepahaman mencakup student exchange, training staff, student mobility, double degree program, serta penguatan Teaching Factory (TEFA). Menurutnya, kesepakatan ini juga membuka peluang kolaborasi tripartite antara pemerintah, kampus, dan industri Tiongkok di Indonesia.
“MoU ini bukan sekadar dokumen kerja sama, tetapi pintu masuk membangun ekosistem kolaboratif yang menghubungkan pendidikan, industri, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia secara global,” kata Rizal.
Ia menambahkan, partisipasi PNL dalam CITIEA 2026 mempertegas posisi kampus tersebut dalam transformasi Technical and Vocational Education and Training (TVET) internasional, sekaligus membuka ruang kontribusi Aceh dalam diplomasi pendidikan vokasi dunia.
Melalui kerja sama ini, PNL memperluas jejaring akademik lintas negara dan menegaskan peran kampus vokasi sebagai simpul yang mempertemukan pendidikan, industri, dan pengembangan sumber daya manusia.