Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama dan kedua 2026 dapat melampaui 5,5% meski berlangsung di tengah gejolak ekonomi global. Menurutnya, kekuatan ekonomi domestik juga akan turut menopang pertumbuhan pasar keuangan, khususnya pasar modal nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).
Purbaya menjelaskan pemerintah telah membentuk Satuan Kerja Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Satgas ini ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai hambatan dalam sistem perekonomian.
“Jadi kalau sebelumnya pertumbuhan ekonomi 5%, ke depan kita akan tumbuh lebih cepat lagi. Kuartal I-2026 mungkin akan tumbuh 5,5% ke atas, triwulan kedua tahun ini juga akan seperti itu. Di tengah gejolak ekonomi global yang tidak jelas, kita mampu menciptakan ekonomi domestik yang baik, dan ini yang akan terjadi terus ke depan,” kata Purbaya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah melakukan reformasi sistem ekonomi secara serius. Purbaya juga menilai pergerakan bursa saham pada umumnya dipengaruhi oleh fundamental ekonomi. Jika kondisi ekonomi suatu negara membaik, menurutnya, pasar saham berpeluang ikut bergerak naik.