Nilai belanja militer global meningkat pada 2025. Kenaikan ini terjadi seiring sejumlah negara menjalankan program penguatan persenjataan dan meningkatnya rasa tidak aman di berbagai kawasan.
Temuan tersebut disampaikan dalam riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI). Lembaga riset itu mencatat bahwa kombinasi antara penguatan kapasitas militer dan persepsi ancaman yang membesar menjadi faktor yang mendorong tren kenaikan belanja pertahanan pada tahun ini.
Dalam konteks tersebut, peningkatan pengeluaran militer menunjukkan bagaimana situasi keamanan yang dinilai memburuk dapat berpengaruh langsung pada kebijakan anggaran negara, terutama pada sektor pertahanan.