Ruijie Networks menggelar 2026 SBG Asia-Pacific Channel Partner Summit di Chongqing, Tiongkok, pada 24 April 2026. Mengusung tema “Evolution for Expansion”, forum ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat penetrasi pasar Asia-Pasifik sekaligus memperdalam kolaborasi dengan mitra channel.
Dalam penyelenggaraan kali ini, lebih dari 500 mitra channel dari sejumlah pasar utama di kawasan Asia-Pasifik hadir, antara lain Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, Hong Kong SAR, dan Bangladesh. Para peserta membahas peluang kerja sama serta pengembangan bisnis di kawasan.
Summit tersebut menyoroti peluang di tiga segmen pasar utama, yakni SMB, SME, dan ISP. Ruijie Networks memaparkan analisis potensi pasar serta strategi penataan jalur bisnis yang dikaitkan dengan tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia-Pasifik. Melalui diskusi dengan mitra, perusahaan menyatakan telah mencapai kesepakatan mengenai arah pengembangan ke depan serta memperjelas roadmap pertumbuhan kolaboratif dan ekspansi regional.
Dalam sesi plenary, General Manager Ruijie Networks APAC Dirk Yin meninjau pencapaian pertumbuhan Ruijie selama tiga tahun terakhir dan menyampaikan rencana ekspansi tahap berikutnya di kawasan APAC. Sesi keynote membahas peluang dan tantangan pasar, termasuk evolusi produk untuk skenario SMB, peningkatan dukungan layanan bagi mitra ISP, serta sejumlah persoalan yang berkembang di segmen SME. Kegiatan juga diisi dengan sesi penghargaan dan apresiasi bagi para mitra.
Pada sesi peluncuran produk dan solusi, Ruijie memperkenalkan sejumlah inovasi yang ditujukan untuk berbagai skenario, seperti jaringan residensial, pemasangan CCTV, public Wi-Fi, dan pengguna rumahan. Produk yang diperkenalkan mencakup Wi-Fi 7 ultra-low-temperature wall-mounted access point, switch tahan air, switch ES2 generasi baru, produk ONT generasi berikutnya, serta fitur-fitur berbasis AI. Perusahaan menyebut inovasi tersebut ditujukan untuk membantu installer menghadapi tantangan proyek dan menambah nilai bagi mitra SMB dan ISP.
Ruijie juga meluncurkan Cybrey, sub-brand jaringan AI-native baru yang ditujukan bagi pasar SME global. Cybrey dibangun di atas arsitektur Cloud Edge Agentic Network (CEAN) dan mengintegrasikan kapabilitas ACN, SSE, AIOps, NOC, dan UM. Portofolionya mencakup CF firewall, CR gateway, CAP access point, CS switch, serta layanan Cybrey Cloud.
Menurut Ruijie, Cybrey menawarkan deployment lima kali lebih cepat, menurunkan kompleksitas konfigurasi hingga 80%, mencapai 90% tingkat penyelesaian masalah jarak jauh, serta mengurangi total cost of ownership (TCO) hingga 50%.
Ruijie Networks menyatakan diri sebagai penyedia infrastruktur jaringan dan solusi. Merek Reyee disebut melayani pasar SMB, sementara Cybrey yang baru diluncurkan difokuskan untuk segmen SME. Perusahaan menyebut pendekatan produk dan layanan berbasis skenario ditujukan untuk membantu organisasi membangun, mengelola, dan memperluas jaringan yang andal.