BERITA TERKINI
Rusia dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomatik di Tengah Kebuntuan Negosiasi Teheran-Washington

Rusia dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomatik di Tengah Kebuntuan Negosiasi Teheran-Washington

Rusia dan Iran mengintensifkan hubungan bilateral di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sejumlah pertemuan terbaru menegaskan dorongan kedua pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi dan menghindari eskalasi militer.

Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov menggelar pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik. Dalam pertemuan itu, Belousov menyampaikan posisi Rusia yang mendukung penyelesaian melalui diplomasi untuk menghentikan konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara akan terus saling mendukung dalam menghadapi situasi saat ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyampaikan dukungan kepada Iran. Ia memuji Iran sebagai negara yang dinilainya berjuang mempertahankan kedaulatannya. “Kami melihat bagaimana rakyat mereka dengan berani dan heroik berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka,” kata Putin.

Putin juga menegaskan Rusia akan melakukan upaya untuk membantu Iran menghadapi situasi sulit. “Kami akan melakukan segala yang melayani kepentingan mereka dan kepentingan semua rakyat dalam kawasan untuk memastikan perdamaian tercapai secepat mungkin,” ujarnya.

Rangkaian pertemuan tersebut mencerminkan semakin intensnya koordinasi Rusia dan Iran. Para pihak yang terlibat dalam pembicaraan menekankan pentingnya mencegah eskalasi militer serta mengutamakan dialog.

Perkembangan ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah kabar kebuntuan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tidak senang terhadap proposal terbaru dari Iran karena dinilai tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir Teheran.

Proposal Iran dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir, serta memasukkan isu pelayaran di Selat Hormuz. Tahap awal yang diajukan antara lain penghentian perang, penyelesaian blokade laut, dan pembukaan kembali jalur Selat Hormuz yang disebut sebagai rute vital distribusi energi global dan saat ini terganggu akibat konflik.

Setelah isu keamanan dan pelayaran dinyatakan terselesaikan, Iran ingin pembahasan dilanjutkan ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai. Namun, Washington menegaskan isu nuklir harus masuk dalam negosiasi sejak awal dan menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan.