Rusia melontarkan tuduhan kepada Uni Eropa terkait rencana penggunaan aset Moskwa yang dibekukan untuk membantu Ukraina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan “pencurian” terhadap aset Rusia.
Menurut Zakharova, Uni Eropa disebut berencana mengirimkan dana sebesar 140 miliar euro kepada Ukraina. Dalam pemberitaan, nilai itu disebut setara dengan lebih dari Rp 2.694 triliun.
Zakharova menilai dana tersebut akan bersumber dari aset Moskwa yang saat ini dibekukan. Namun, rincian mekanisme penyaluran maupun bentuk penggunaan dana itu tidak dijelaskan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia.

