Pasar kripto sepanjang 2025 diwarnai serangkaian peristiwa besar yang memicu gejolak harga, meningkatkan volatilitas, dan menguji ketahanan pelaku industri. Sejumlah kejadian menonjol terjadi mulai dari aksi jual oleh pemegang Bitcoin jangka sangat panjang, peretasan besar di bursa, hingga kejatuhan pasar yang memicu likuidasi masif.
Salah satu faktor yang menambah tekanan di pasar datang dari investor Bitcoin jangka ultra panjang, yakni pemegang aset sejak era awal Bitcoin. Kelompok ini mulai melakukan penjualan besar-besaran, yang menambah pasokan bernilai miliaran dolar ke pasar dan turut meningkatkan volatilitas.
Gejolak juga dipicu insiden keamanan. Pada Februari, bursa kripto Bybit mengalami peretasan yang disebut sebagai terbesar dalam sejarah industri, dengan lebih dari USD 1,4 miliar Ethereum dilaporkan dicuri. Dari sisi nilai kerugian, insiden ini melampaui sejumlah kasus peretasan besar sebelumnya seperti Mt. Gox dan FTX.
Tekanan memuncak pada Oktober ketika pasar kripto mengalami kejatuhan yang memicu likuidasi posisi senilai lebih dari USD 20 miliar. Dalam periode yang sama, Binance disebut membayar kompensasi USD 283 juta kepada pengguna setelah tiga aset Binance Earn anjlok tajam.
Di sisi lain, tren strategi investasi perusahaan yang meniru pendekatan Strategy—dengan membeli Bitcoin dan Ethereum sebagai cadangan aset—juga mengalami pelemahan sepanjang 2025. Tren yang sempat meluas itu meredup seiring meningkatnya volatilitas dan risiko pasar.
Secara keseluruhan, rangkaian peristiwa tersebut menempatkan 2025 sebagai tahun penting bagi industri kripto global. Pasar disebut bergerak dari fase yang lebih spekulatif menuju struktur yang lebih matang, dengan pilihan yang semakin tegas bagi pelaku industri: menyesuaikan diri dengan kepatuhan regulasi atau keluar dari pasar.

