Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, membantah kabar yang menyebut dirinya akan kembali melatih Timnas Indonesia. Ia menegaskan rumor tersebut tidak benar.
“Saya ingin menegaskan bahwa rumor tentang saya akan kembali melatih timnas Indonesia sama sekali tidak benar,” ujar Shin, dikutip dari KBS News, media Korea Selatan.
Nama Shin kembali diperbincangkan setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Skuad Garuda tersingkir pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah menelan dua kekalahan beruntun di bawah asuhan Patrick Kluivert, yakni kalah 2–3 dari Arab Saudi dan 0–1 dari Irak.
Hasil tersebut memicu kritik terhadap Kluivert. Ia dinilai belum mampu meramu komposisi pemain diaspora dan lokal menjadi tim yang solid. Di media sosial, tagar #KluivertOut ramai disuarakan oleh para penggemar.
Di tengah situasi itu, sebagian publik sepak bola Indonesia mendorong PSSI untuk memulangkan Shin Tae-yong, mengingat catatan yang dinilai positif selama ia menangani tim nasional. Bersama Shin, Indonesia sempat menahan imbang Australia, serta mencatat hasil menang sekali dan imbang sekali saat menghadapi Arab Saudi. Catatan tersebut dinilai belum terulang di era Kluivert.
Shin juga menyinggung situasinya bersama Ulsan HD, klub K League yang baru-baru ini memecatnya. Ia membantah anggapan bahwa pendekatan taktiknya tidak sesuai dengan kultur sepak bola Korea Selatan.
“Saya rasa kegagalan saya adalah karena saya tidak benar-benar memahami situasi internal klub,” katanya. “Namun saya sama sekali tidak setuju, bahkan satu persen pun tidak, dengan anggapan bahwa taktik saya tidak cocok untuk K League.”
Pelatih berusia 55 tahun itu turut menyoroti pengalamannya bersama Timnas Indonesia yang menurutnya kerap diremehkan. “Pikirkan saja, bagaimana mungkin tim dengan peringkat FIFA ke-127 bisa mengalahkan Arab Saudi dan menahan imbang Australia? Itu tidak masuk akal kalau bukan karena sistem dan taktik yang tepat,” ucapnya.
Shin menutup pernyataannya dengan nada optimistis terkait masa depannya. “Jika klub memberikan saya dukungan penuh, saya yakin kami bisa finis di posisi enam besar,” kata pelatih yang pernah membawa Korea Selatan ke babak 16 besar Piala Dunia 2010 itu.

