BERITA TERKINI
Studi Kaspersky: Kekurangan SDM Keamanan Siber Hambat Perlindungan Rantai Pasok

Studi Kaspersky: Kekurangan SDM Keamanan Siber Hambat Perlindungan Rantai Pasok

Ancaman serangan siber terhadap rantai pasokan kian meningkat, namun banyak organisasi masih kesulitan menghadapinya. Studi terbaru Kaspersky menyoroti kekurangan tenaga ahli keamanan siber sebagai hambatan utama dalam memitigasi risiko tersebut, termasuk di kawasan Asia Pasifik.

Dalam survei global yang melibatkan lebih dari 1.700 profesional TI, sekitar 42% responden menyebut keterbatasan sumber daya manusia serta kebutuhan memprioritaskan berbagai tugas keamanan sebagai faktor utama yang menghambat perlindungan terhadap serangan rantai pasokan. Kondisi ini membuat tim keamanan harus membagi perhatian pada banyak hal sekaligus, sehingga potensi ancaman tidak selalu tertangani secara optimal.

Serangan rantai pasokan sendiri dinilai bukan ancaman kecil. Data dalam studi tersebut menunjukkan satu dari tiga organisasi di dunia mengalami serangan rantai pasokan dalam satu tahun terakhir, mencerminkan meningkatnya kompleksitas risiko di ekosistem digital yang saling terhubung.

Di Asia Pasifik, tantangan kekurangan staf keamanan siber berkualitas disebut lebih terasa. Persentase organisasi yang mengaku mengalami kekurangan tenaga ahli berkisar antara 34% di Singapura hingga 57% di Vietnam.

Studi itu juga mencatat kelemahan struktural dalam pengelolaan keamanan pihak ketiga. Antara 30% hingga 61% organisasi di kawasan Asia Pasifik disebut belum memiliki kewajiban keamanan siber yang jelas dalam kontrak dengan mitra atau pemasok. Selain itu, 25% hingga 38% responden mengakui bahwa staf non-siber belum sepenuhnya memahami risiko keamanan digital.

Secara global, kesadaran akan urgensi perlindungan rantai pasokan tergolong tinggi. Sebanyak 85% perusahaan mengakui perlunya meningkatkan keamanan rantai pasokan, namun hanya 15% yang menilai sistem perlindungan mereka saat ini sudah efektif.

Kepala Pusat Operasi Keamanan Kaspersky, Sergey Soldatov, menilai situasi tersebut berisiko jika tidak segera dibenahi. Ia menyatakan ketika tim keamanan kewalahan dan kekurangan staf, organisasi menjadi rentan terhadap ancaman yang bergerak diam-diam melalui ekosistem mitra mereka, sehingga diperlukan strategi mitigasi yang lebih terpadu dan konsisten.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, juga menekankan pentingnya disiplin dalam mengelola keamanan mitra bisnis. Menurutnya, keamanan rantai pasokan perlu dikelola dengan standar yang sama seperti operasi internal, termasuk menetapkan persyaratan keamanan yang jelas dan memastikan akuntabilitas dalam proses bisnis sehari-hari.

Untuk mitigasi, Kaspersky merekomendasikan sejumlah langkah, antara lain penggunaan layanan keamanan terkelola, peningkatan pelatihan sumber daya manusia, serta evaluasi menyeluruh terhadap pemasok sebelum menjalin kerja sama. Kaspersky juga menekankan pentingnya memasukkan kewajiban keamanan informasi yang spesifik dalam kontrak dengan mitra.