Pasar kripto memasuki Januari 2026 dengan perpaduan optimisme dan kewaspadaan. Setelah menutup tahun 2025, pasar kripto global tercatat naik 0,79% dalam 24 jam terakhir. Bitcoin bertahan di atas USD 87.000, sementara Ethereum stabil di atas USD 2.900. Namun, tekanan likuiditas dan sentimen yang terbelah masih membebani pergerakan altcoin.
Sejumlah agenda besar di Amerika Serikat diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan harga kripto sepanjang Januari 2026. Tiga isu yang paling disorot pelaku pasar mencakup risiko penutupan pemerintah AS, kelanjutan pembahasan regulasi aset digital melalui CLARITY Act, serta arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
1. Risiko penutupan pemerintah AS menjelang tenggat 31 Januari 2026
Amerika Serikat menghadapi ancaman penutupan pemerintahan (government shutdown) menjelang tenggat 31 Januari 2026. Kongres diketahui memasuki masa libur Natal tanpa menyepakati anggaran final maupun jadwal pemungutan suara.
Meski Senat dan DPR telah menyepakati total belanja, perbedaan pandangan terkait distribusi dana masih menghambat kesepakatan. Partai Demokrat menyatakan kesediaan mengikuti batasan anggaran baru, sementara kelompok Republik yang konservatif menolak peningkatan belanja dan menuntut anggaran lembaga tetap.
Jika kesepakatan tidak tercapai, operasional lembaga federal berpotensi terganggu dan memicu ketidakpastian pasar. Situasi ini dinilai dapat memengaruhi aktivitas regulasi, termasuk pengawasan dan kebijakan yang terkait dengan industri kripto.
2. Kelanjutan CLARITY Act dan perdebatan cadangan kripto nasional
Agenda penting lainnya adalah kelanjutan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (CLARITY Act). Rancangan undang-undang ini telah disahkan DPR dan kini menunggu keputusan Senat. Jika disetujui, CLARITY Act disebut akan memperjelas definisi aset digital, membatasi kewenangan SEC terhadap blockchain tertentu, serta menetapkan aturan kepatuhan baru bagi bursa dan broker kripto.
Regulasi tersebut berpotensi berdampak besar pada aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP yang telah memiliki produk ETF. Jika pengesahan terjadi pada Januari, pasar memperkirakan kepastian hukum dapat meningkat dan berpotensi menarik lebih banyak modal institusional.
Di sisi lain, wacana pembentukan cadangan kripto nasional AS masih memunculkan perdebatan. Meski mantan Presiden Donald Trump mendukung gagasan itu, dukungan di Kongres belum solid. Data Polymarket menunjukkan peluang AS memiliki cadangan Bitcoin sebelum 2027 berada di kisaran 27%.
3. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed makin kecil
Dari sisi makroekonomi, peluang pemangkasan suku bunga pada rapat The Fed Januari 2026 terus menurun. Data CME FedWatch menunjukkan kemungkinan pemangkasan 25 basis poin hanya 13,3%, sedangkan peluang suku bunga bertahan di level saat ini mencapai 86%.
Turunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dikaitkan dengan data PDB kuartal III AS yang lebih baik dari perkiraan serta serangkaian pemangkasan suku bunga sepanjang 2025. Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, juga mengisyaratkan sikap yang lebih berhati-hati memasuki 2026.
Kondisi tersebut berpotensi menekan pasar kripto, mengingat reli harga sebelumnya banyak didorong oleh kebijakan pelonggaran moneter. Ketika likuiditas kembali mengetat, investor diperkirakan menyesuaikan strategi perdagangan mereka.
Kesimpulan
Dengan ancaman shutdown pemerintah AS, keputusan penting terkait regulasi aset digital, serta arah kebijakan suku bunga The Fed, Januari 2026 dipandang sebagai periode dengan risiko sekaligus peluang bagi pasar kripto. Ketiga faktor ini berpotensi memicu volatilitas tinggi dan ikut menentukan arah pasar pada bulan-bulan berikutnya.

