Bitcoin bertahan di atas level US$92.000, memunculkan sentimen positif di pasar kripto. Sejumlah agenda pekan ini menjadi perhatian pelaku pasar untuk menilai peluang kelanjutan penguatan, mulai dari perkembangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, rilis data ketenagakerjaan AS, hingga perubahan kebijakan Bank of America terkait ETF Bitcoin spot.
1) Pernyataan Trump dan eskalasi isu di Amerika Latin
Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan kepada negara-negara di Amerika Latin setelah Amerika Serikat melakukan serangan udara di Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro. Gedung Putih menyatakan tindakan tersebut terkait isu perdagangan narkoba dan migrasi, serta membawa Maduro dan istrinya ke AS untuk menjalani proses hukum pidana.
Menurut juru bicara Pengadilan Distrik AS di Distrik Selatan New York, Maduro dan istrinya dijadwalkan hadir di pengadilan federal pada 5 Januari. Jaksa Agung Pamela Bondi menyampaikan operasi itu merupakan kerja sama Departemen Kehakiman, FBI, dan DEA.
Di sisi lain, pihak Demokrat dan sejumlah laporan menyebut operasi AS di Venezuela berkaitan dengan cadangan minyak negara tersebut. Trump juga memperingatkan bahwa jika pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, tidak bertindak sesuai harapan, maka “dia akan menghadapi situasi yang mungkin lebih buruk daripada Maduro.”
Trump memperluas sikap keras terhadap kawasan dengan pernyataan tajam terhadap Kolombia, Kuba, dan Meksiko setelah penangkapan Maduro. Pasar kripto disebut bersiap menghadapi dampaknya karena Trump mempertimbangkan aksi militer di Kolombia.
2) Data ketenagakerjaan AS dan spekulasi calon Ketua The Fed baru
Perhatian pasar juga tertuju pada rangkaian data ekonomi AS. Di antaranya, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) untuk November yang dijadwalkan rilis pada Rabu, serta data Non-Farm Payrolls dan tingkat pengangguran pada Jumat.
Data ketenagakerjaan yang kuat dinilai dapat mengurangi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga agresif oleh Federal Reserve pada 2026. Kondisi itu berpotensi menguatkan dolar AS dan menekan pasar kripto. Sebaliknya, bila data melemah, Bitcoin dan altcoin berpeluang terdorong naik.
Ketua The Fed Jerome Powell disebut baru-baru ini mengurangi kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga tambahan pada Januari. Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya, 28 Januari, berada di angka 18%.
Pelaku pasar kripto juga menantikan pengumuman dari Trump terkait calon Ketua The Fed yang baru, mengingat masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Spekulasi mengenai kandidat yang lebih dovish atau pro-kripto dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga dan sentimen pasar. Pekan lalu, trader kripto disebut meningkatkan taruhan pada mantan penasihat Trump, Judy Shelton, di tengah menurunnya peluang Kevin Hassett meski ia masih menjadi favorit untuk menggantikan Powell.
3) Bank of America membuka rekomendasi ETF Bitcoin spot
Dari sisi adopsi institusional, Bank of America mulai mengizinkan penasihat manajemen kekayaannya di Merrill, Private Bank, dan Merrill Edge untuk merekomendasikan ETF Bitcoin spot kepada klien. Bank tersebut akan menyarankan alokasi hingga 4% dari portofolio klien untuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Kebijakan ini menandai perubahan dari aturan sebelumnya, ketika penasihat hanya diperbolehkan memfasilitasi perdagangan atas inisiatif klien. ETF yang disebut disetujui antara lain IBIT milik BlackRock, FBTC dari Fidelity, BITB milik Bitwise, dan BTC dari Grayscale.
Langkah tersebut dinilai berpotensi membuka aliran dana besar ke ETF Bitcoin spot, meningkatkan permintaan, dan mendorong harga Bitcoin serta pasar kripto secara keseluruhan. Pada Jumat, ETF Bitcoin mencatat arus masuk bersih US$471,3 juta, dengan IBIT menyumbang US$287,4 juta.
Pergerakan harga Bitcoin
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik lebih dari 2% dan diperdagangkan di sekitar US$92.980. Harga terendah tercatat di US$90.877 dan tertinggi di US$93.204, sementara volume perdagangan meningkat 30% pada periode yang sama.

