Tim boccia Indonesia menutup rangkaian pertandingan di ASEAN Para Games (APG) 2025 dengan meraih medali emas pada hari terakhir kompetisi, Minggu, 25 Januari 2026, di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Emas tersebut datang dari nomor mixed team BC1-2 yang diperkuat Gischa Zayana, Felix Ardi Yudha, dan Muhamad Afrizal Syafa. Berdasarkan keterangan penyelenggara, Indonesia unggul atas tuan rumah Thailand dan Malaysia untuk menempati posisi teratas.
Pada hari yang sama, kontingen boccia Indonesia juga menambah dua medali perunggu. Perunggu pertama diraih dari nomor mixed pairs BC3 melalui pasangan Fendy Kurnia dan Suci Kirana Dewi, sementara perunggu kedua datang dari nomor mixed pairs BC4 yang dimainkan Faris Sugiarta dan Slamet Mulyati.
Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi tiga emas, dua perak, dan lima perunggu dari cabang boccia di APG 2025. Perolehan ini meningkat dibanding APG 2023 di Kamboja, ketika Indonesia meraih dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Dua emas lainnya pada APG 2025 disumbangkan Handayani dari nomor individual putri BC1 serta Gischa Zayana dari nomor individual putri BC2. Sementara itu, medali perak diraih Intan Cahaya Putri (individual putri BC2) dan Suci Kirana Dewi (individual putri BC3).
Lima medali perunggu Indonesia di boccia masing-masing diperoleh Muhamad Afrizal (individual putra BC1), Muhammad Bintang Satria (individual putra BC2), Faris Sugiarta (individual putra BC4), serta dua nomor ganda campuran BC3 dan BC4.
Di klasemen sementara perolehan medali APG 2025 hingga Minggu pukul 15.52 WIB, Indonesia mengumpulkan 128 emas, 130 perak, dan 107 perunggu. Indonesia berada di posisi kedua, di belakang Thailand yang memimpin dengan 166 emas, 152 perak, dan 146 perunggu.

