Jakarta — Tim Indonesia Big Wall Expedition (IBEX) resmi memulai perjalanan ekspedisi “Merah Putih Ice Climbing” di kawasan pegunungan es Siguniang, China. Saat ini, tim menjalani tahap aklimatisasi di Chengdu sebelum bergerak menuju lokasi pendakian utama.
Pembina IBEX sekaligus anggota tim, Asrobudi, mengatakan penyesuaian suhu menjadi tantangan awal yang harus dihadapi para pendaki. “Kami sekarang aklimatisasi dulu di Chengdu. Di sini suhunya sekitar 4 derajat sampai -5 derajat. Saya dari Surabaya yang 28 derajat, jadi selisih 24 derajat itu harus diadaptasi,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Persiapan ekspedisi ini dilakukan dengan pendekatan simulasi di dalam negeri. Karena Indonesia tidak memiliki medan es alami—dan Puncak Carstensz disebut telah kehilangan saljunya—tim IBEX berlatih dengan memodifikasi tebing cadas agar mendekati karakter pendakian es.
Latihan teknis berlangsung di kawasan Citatah, Jawa Barat, meliputi Tebing Citatah 48, 90, dan 125. Dalam latihan tersebut, para atlet menyesuaikan teknik sekaligus pola pikir untuk membayangkan kondisi tebing es. “Tebing cadas batu. Simulasinya mereka membayangkan seolah-olah itu tebing es. Karena di Indonesia tidak ada es. Carstensz juga sekarang sudah tidak ada saljunya sama sekali,” kata Asrobudi.
Ekspedisi “Merah Putih Ice Climbing” diperkuat oleh Asep Tatang Taryana sebagai ice climber, Izzuddin Azzam sebagai climber, serta Adhi Ahmad M sebagai fotografer dan videografer.
Selain tantangan olahraga ekstrem, IBEX membawa misi yang lebih luas. Tim menyebut ekspedisi ini sebagai bagian dari diplomasi alpinisme untuk menunjukkan kemampuan pendaki Indonesia di tingkat internasional. Mereka juga berencana melakukan studi komparatif antara ekosistem beku di China dan sumber air di pegunungan Indonesia, sekaligus mengampanyekan kesadaran mengenai perubahan iklim global dan dampak mencairnya es terhadap kenaikan permukaan air laut.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IBEX berharap dapat mentransfer pengetahuan terkait standar keselamatan ice climbing internasional ke Indonesia, serta mendorong kepedulian publik terhadap isu lingkungan.

