Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan diakhirinya kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam wawancara dengan media Politico pada Minggu (18/1/2026). Seruan itu disampaikan Trump sebagai tanggapan atas pernyataan Khamenei sebelumnya yang menuding Trump bertanggung jawab atas jumlah korban tewas dalam aksi protes di Iran.
Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan, “Sekarang adalah saatnya mencari pemimpin baru bagi Iran.” Ia menyampaikan pernyataan itu setelah membaca serangkaian unggahan Khamenei di platform X yang ia nilai bernada permusuhan.
Dalam unggahan tersebut, Khamenei menyebut Trump sebagai “penjahat” dan menuduhnya menghasut apa yang ia sebut sebagai “kerusuhan” di Iran. Menanggapi hal itu, Trump menilai bahwa sebagai pemimpin sebuah negara, “kejahatan Khamenei yang sesungguhnya adalah menghancurkan negara ini sepenuhnya, serta menggunakan kekerasan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Trump juga menyatakan bahwa agar sebuah negara dapat terus berjalan, para pemimpin seharusnya memusatkan perhatian pada pemerintahan yang baik, bukan mempertahankan kekuasaan dengan kekerasan. “Agar sebuah negara dapat terus berjalan—meskipun pada tingkat yang sangat rendah—para pemimpin seharusnya fokus pada pemerintahan yang baik, bukan membunuh ribuan orang demi mempertahankan kekuasaan,” kata Trump.
Ia menilai kepemimpinan seharusnya dibangun atas rasa hormat, bukan ketakutan. Trump turut menyebut Khamenei sebagai “orang yang sakit secara moral” dan meminta agar ia menghentikan pembunuhan terhadap rakyatnya.

