BERITA TERKINI
Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% pada Kuartal IV, Tertinggi Kedua di G20

Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% pada Kuartal IV, Tertinggi Kedua di G20

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal keempat, di tengah proyeksi ekonomi global yang stagnan di angka 3 persen menurut IMF dan Bank Dunia.

Menurut Airlangga, capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di antara anggota G20 pada kuartal keempat. “Indonesia di antara negara G20 di kuartal keempat adalah nomor dua, sesudah India yang tumbuh 7,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, ketahanan ekonomi domestik ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen. Airlangga menilai kondisi itu mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi pemerintah serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi belanja pemerintah, belanja modal disebut melonjak 44,2 persen dan berperan sebagai peredam kejut (shock absorber) di tengah risiko perlambatan global.

Kinerja sektor riil juga dilaporkan menguat. Industri pengolahan tumbuh 5,3 persen yang didorong permintaan domestik dan hilirisasi. Sementara itu, sektor transportasi dan akomodasi tumbuh di atas 7 persen seiring pergerakan 1,2 miliar wisatawan nusantara sepanjang tahun.

Airlangga menambahkan, pertumbuhan ekonomi tersebut berkaitan dengan perbaikan indikator kesejahteraan. Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 8,25 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka menyusut ke 4,74 persen.

Menatap 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Airlangga menyebut sektor pertanian, manufaktur, digital, dan energi akan menjadi motor penggerak utama.

Untuk mendukung target tersebut, Airlangga menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai sumber pembiayaan non-APBN bagi program-program prioritas Presiden, antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan program 3 juta rumah. “Kami ucapkan terima kasih kepada CEO Danantara Pak Rosan beserta jajaran, Pak Doni Oskaria dan Pak Pandu,” ujar Airlangga.

Di sisi eksternal, pemerintah melanjutkan upaya pembukaan akses pasar melalui penyelesaian perjanjian dagang, termasuk EU-CEPA yang menargetkan tarif nol persen pada 2027, serta kemitraan dengan Inggris, Kanada, dan Eurasia. Airlangga juga menyampaikan proyeksi bahwa apabila akses pasar terbuka luas, ekspor tekstil berpotensi meningkat hingga 10 kali lipat dalam satu dekade.

Selain itu, reformasi pasar modal disebut terus didorong untuk meningkatkan likuiditas. Airlangga memaparkan rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen, serta dorongan transparansi bagi pemegang saham di bawah 5 persen, dengan tujuan menarik minat dana pensiun dan asuransi agar lebih aktif di pasar saham.