BERITA TERKINI
Pemerintah Tanggapi Outlook Utang RI Turun Jadi Negatif Versi Fitch, Soroti Dampak Geopolitik

Pemerintah Tanggapi Outlook Utang RI Turun Jadi Negatif Versi Fitch, Soroti Dampak Geopolitik

Jakarta — Pemerintah merespons keputusan Fitch Ratings yang menurunkan outlook (prospek) utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perubahan prospek tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika global, terutama situasi geopolitik yang kian kompleks.

Airlangga mengatakan eskalasi konflik di Timur Tengah turut memengaruhi perekonomian dunia melalui meningkatnya ketidakpastian, gangguan rantai pasok, pergerakan harga energi, hingga sentimen investor. Menurut dia, faktor-faktor eksternal tersebut ikut membentuk perubahan proyeksi ekonomi global.

“Ekonomi dunia semuanya terpengaruh bukan hanya oleh Fitch tetapi oleh perang. Jadi memang dunia ini outlook-nya lagi diperkirakan akan banyak perubahan dengan perkembangan di Timur Tengah,” ujar Airlangga di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Meski outlook diturunkan, Airlangga menekankan bahwa Indonesia masih berada pada level investment grade. Status tersebut, kata dia, menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap dinilai kuat di tengah tekanan eksternal.

“Yang penting kan Indonesia tetap investment grade,” tegasnya.

Airlangga menambahkan, pemerintah akan mempelajari catatan yang disampaikan Fitch sebagai bahan evaluasi. Salah satu perhatian yang disebutnya perlu diperkuat adalah sisi penerimaan negara.

Untuk mendukung penguatan penerimaan, pemerintah mendorong perbaikan administrasi perpajakan melalui implementasi sistem Coretax di Kementerian Keuangan. Sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengumpulan pajak, termasuk mendukung peningkatan rasio pajak nasional.

“Ke depan tentu apa yang menjadi warning Fitch itu kita pelajari. Itu untuk mengingatkan Indonesia apa yang harus kita pelajari ke depan. Dan tentu beberapa hal yang kita lihat perlu kita perkuat adalah di segi penerimaan. Pemerintah sudah paham itu. Dan oleh karena itu salah satunya adalah dengan Cortex yang kemarin sudah didorong di Kementerian Keuangan,” kata Airlangga.

Selain penerimaan negara, pemerintah juga menyebut upaya penguatan daya saing, perbaikan iklim investasi, serta dorongan terhadap sektor-sektor strategis sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dalam menghadapi tantangan global, pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dan koordinasi kebijakan melalui forum-forum global.