Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menyampaikan sejumlah capaian pertumbuhan pada sektor-sektor utama perekonomian, yang turut diikuti perbaikan indikator sosial. Ia juga menyatakan harapan besar kepada Kementerian Keuangan agar sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi pada 2026.
Airlangga menjelaskan, sektor pertanian tumbuh 5,03% didorong produksi yang kuat serta perannya dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. Sementara itu, industri pengolahan mencatat pertumbuhan 5,3% dengan dukungan permintaan domestik, ekspor, dan penguatan hilirisasi.
Ia menambahkan, sektor transportasi, pergudangan, akomodasi, serta makanan dan minuman tumbuh di atas 7% seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas wisata.
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi tersebut diikuti perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan disebut turun menjadi 8,25% dan rasio gini membaik pada level 0,36. Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 4,74%, dengan tambahan serapan tenaga kerja sebanyak 2,71 juta orang yang dikaitkan dengan realisasi investasi.
Ke depan, Airlangga menaruh harapan besar kepada Kementerian Keuangan untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% dengan potensi mencapai 5,6%.
Ia menyebut sektor prioritas mencakup pertanian, industri manufaktur, digital, dan energi. Airlangga juga berharap implementasi program prioritas Presiden—seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan program 3 Juta Rumah—dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.
“Program-program ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja luas, meningkatkan produktivitas, dan menjadi penggerak pembiayaan non-APBN, termasuk melalui Danantara,” kata Airlangga.

