Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan program magang menjadi salah satu strategi penting bagi dunia usaha untuk menghadapi tekanan ekonomi global sekaligus menjaga keberlanjutan tenaga kerja nasional.
Pernyataan itu disampaikan Anindya saat berbicara di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mendorong program magang sebagai solusi adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi.
Anindya menilai, program magang memberikan manfaat dari sisi efisiensi biaya operasional perusahaan. Namun, ia menekankan manfaat tersebut tidak berhenti pada penghematan semata, melainkan juga menghadirkan penyegaran talenta di lingkungan kerja.
Menurutnya, masuknya talenta baru membawa perspektif segar, terutama ketika perusahaan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti digitalisasi dan kecerdasan buatan. Ia menyebut perbedaan cara tangkap dan inovasi dapat muncul antara talenta berpengalaman dan talenta yang lebih baru dalam merespons perubahan teknologi.
Selain itu, Anindya menyoroti kelompok lulusan baru sebagai pihak yang paling rentan ketika ekonomi melambat. Dalam konteks ini, program magang dinilai dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Ia juga memandang skema magang memberi kesempatan bagi perusahaan dan pencari kerja untuk saling memahami kebutuhan masing-masing sebelum masuk ke hubungan kerja penuh. Dengan demikian, proses penyesuaian dapat dilakukan lebih awal.
Meski menilai magang sebagai terobosan yang baik, Anindya mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global masih menantang. Namun, ia menilai optimisme perlu dijaga dengan berkaca pada pengalaman krisis sebelumnya.
Anindya menyebut Indonesia pernah menghadapi berbagai krisis, mulai dari pandemi COVID-19, krisis subprime mortgage 2008, hingga krisis finansial Asia 1997–1998. Menurutnya, dari krisis ke krisis, Indonesia selalu mampu keluar dengan kondisi yang lebih baik dibanding sebelumnya.