BERITA TERKINI
Arab Saudi: Keamanan Navigasi di Selat Hormuz Tanggung Jawab Bersama Dunia

Arab Saudi: Keamanan Navigasi di Selat Hormuz Tanggung Jawab Bersama Dunia

Arab Saudi menyatakan keamanan navigasi di Selat Hormuz merupakan tanggung jawab bersama global di tengah meningkatnya konflik di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (29/4/2026).

Menurut Arab Saudi, Selat Hormuz adalah jalur perairan yang menjadi arteri vital perekonomian dunia, terutama untuk distribusi energi, pangan, dan pasokan medis. Karena itu, Kerajaan menyerukan perhatian serius dari komunitas internasional terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Arab Saudi secara khusus meminta Dewan Keamanan PBB bertindak tegas. Kerajaan mendorong adanya kecaman terhadap serangan Iran yang disebut terjadi sejak awal krisis regional hingga masa gencatan senjata.

Selain itu, Arab Saudi menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta menghindari penggunaan atau ancaman kekuatan. Prinsip hubungan bertetangga yang baik dinilai harus dijunjung tinggi.

Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB, Abdulaziz al-Wasel, mengatakan kawasan Teluk saat ini mengalami perkembangan pesat, namun di saat yang sama menghadapi situasi konflik yang disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia menegaskan Selat Hormuz penting bukan hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi perekonomian global. Menurutnya, setiap ancaman terhadap kebebasan navigasi akan berdampak langsung pada stabilitas pasar energi, rantai pasokan internasional, serta keamanan ekonomi global.

Abdulaziz al-Wasel juga menyayangkan belum adanya resolusi Dewan Keamanan PBB terkait situasi tersebut. Ia memperingatkan kondisi itu berpotensi mengancam perdamaian dunia.

Arab Saudi turut mengutuk segala bentuk ancaman terhadap keamanan maritim, termasuk di wilayah Bab al-Mandeb. Kerajaan menegaskan pentingnya menjaga kebebasan navigasi sesuai hukum internasional serta memastikan jalur laut tetap terbuka.

Di tengah ketegangan yang berlangsung, Arab Saudi menyatakan dukungan terhadap upaya penyelesaian melalui jalur diplomasi. Kerajaan menilai dialog tetap menjadi langkah utama untuk mencapai stabilitas dan keamanan jangka panjang di kawasan.