BERITA TERKINI
GAPKI Soroti Peran Industri Sawit sebagai Penopang Ekonomi Nasional di Usia 45 Tahun

GAPKI Soroti Peran Industri Sawit sebagai Penopang Ekonomi Nasional di Usia 45 Tahun

Industri kelapa sawit Indonesia kembali ditegaskan sebagai salah satu fondasi penting perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Penegasan itu mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang digelar di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan, perjalanan industri sawit selama lebih dari empat dekade menunjukkan perannya yang strategis, tidak hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lintas sektor. Ia menyebut momentum 45 tahun ini sekaligus memperkuat posisi GAPKI sebagai mitra strategis pemerintah.

Perayaan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. Forum itu disebut menjadi ruang refleksi atas kontribusi industri sawit terhadap pembangunan nasional.

Eddy menilai ketangguhan sektor sawit telah teruji dalam berbagai krisis ekonomi. Saat sejumlah sektor mengalami tekanan, industri sawit disebut tetap bertahan dan terus menyumbang devisa dalam jumlah signifikan. Ia juga menekankan bahwa ekspor sawit konsisten menjadi salah satu penopang utama devisa negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain kontribusi devisa, Eddy memaparkan adanya efek berganda dari industri kelapa sawit. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini disebut menyerap jutaan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Pengembangan perkebunan sawit juga dinilai membuka akses ke wilayah terpencil dan mendorong percepatan pembangunan daerah.

Meski demikian, Eddy mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari persaingan pasar global hingga tuntutan penerapan praktik berkelanjutan. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia.

Menurut Eddy, kebijakan yang berpihak pada industri serta kepastian hukum menjadi faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Ia menambahkan, peningkatan produktivitas, komitmen terhadap keberlanjutan, dan kepastian hukum menjadi kunci menjaga keberlanjutan industri sawit ke depan.