Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah membuka peluang bagi China untuk membeli chip kecerdasan buatan (AI) H200 buatan Nvidia, yang merupakan chip tercanggih kedua dari perusahaan asal AS tersebut yang sudah beredar di pasaran. Namun, hingga kini pembelian dari pihak China belum berjalan karena perusahaan-perusahaan di negara itu dilaporkan kesulitan memperoleh izin dari pemerintah setempat.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan pemerintah pusat China belum mengizinkan pembelian chip-chip canggih asal AS, karena Beijing ingin memfokuskan investasi pada pengembangan industri domestik. Ia menyampaikan pernyataan itu saat menjawab pertanyaan terkait penjualan H200 ke China dalam rapat dengar pendapat di Senat.
"Pemerintah pusat China belum mengizinkan pembelian chip-chip [canggih AS], karena mereka ingin memfokuskan investasi ke industri domestik," kata Lutnick. Ia menambahkan, "Kami belum menjual chip-chip [H200] hingga sekarang."
Secara formal, pemerintahan Trump pada Januari 2026 telah memberikan lampu hijau untuk penjualan chip H200 ke China. Kebijakan tersebut memicu kontroversi di Washington, terutama di kalangan politisi yang khawatir Beijing dapat memanfaatkan teknologi canggih AS untuk memperkuat kemampuan militer China.
Menurut sejumlah sumber, pengiriman chip H200 juga terhambat oleh perselisihan mengenai persyaratan penjualan, baik di China maupun di AS. Sementara itu, Nvidia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait perkembangan tersebut.
Penundaan penjualan yang berkepanjangan berpotensi disambut positif oleh kelompok garis keras anti-China di AS. Kelompok ini menolak argumen pemerintahan Trump yang menyatakan bahwa penjualan chip justru dapat menghambat pesaing China mempercepat upaya mengejar ketertinggalan dari produsen chip AI AS.
Dalam pernyataannya, Lutnick menyoroti kompleksitas hubungan AS-China dan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan kebijakan. Ia juga tampak menarik kembali janji untuk memberlakukan ulang aturan yang akan membatasi ekspor teknologi AS ke ribuan perusahaan China—aturan yang sebelumnya ditunda selama sebulan sejak November 2025 sebagai bagian dari negosiasi dagang.
"Saya setuju bahwa aturan itu adalah hal yang cerdas untuk dipertimbangkan oleh AS, tetapi itu adalah bagian dari keseimbangan perjanjian perdagangan penuh tersebut," ujar Lutnick.
Lutnick juga memperkecil perannya dalam isu China secara lebih luas. Ia mengatakan hubungan perdagangan AS-China yang "sangat kompleks" dipimpin langsung oleh Trump, bersama tim yang mencakup Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer.