BERITA TERKINI
BP Batam Gelar Forum Strategis, Serap Aspirasi Dunia Usaha Hadapi Dinamika Global

BP Batam Gelar Forum Strategis, Serap Aspirasi Dunia Usaha Hadapi Dinamika Global

Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar diskusi strategis bertajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari, Kamis (2/4/2026). Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara BP Batam, pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat untuk merumuskan arah kebijakan serta mendorong akselerasi ekonomi di tengah dinamika global dan tuntutan masyarakat yang kian kompleks.

Selain membangun kolaborasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan BP Batam untuk menyerap aspirasi dan kritik konstruktif dari dunia usaha dan pelaku industri. Sejumlah isu yang mengemuka mencakup pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, penguatan potensi sumber daya manusia (SDM) dalam persaingan global, hingga persoalan sosial dan politik.

Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Asman Abnur, menilai capaian kinerja BP Batam dan Pemerintah Kota Batam patut diapresiasi di tengah situasi global saat ini. Ia menyebut kolaborasi kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia, dengan dukungan berbagai komponen daerah, dinilai mampu menjaga ritme pertumbuhan ekonomi Batam.

Asman juga menyoroti sejumlah regulasi yang disebutnya menjadi keistimewaan dari pemerintah pusat bagi BP Batam, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, PP Nomor 4 Tahun 2025, serta PP Nomor 47 Tahun 2025. Menurutnya, harmonisasi kebijakan tersebut berdampak pada pemangkasan alur birokrasi dan penyederhanaan proses perizinan yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha, sehingga diharapkan mengurangi kekhawatiran untuk berinvestasi di Batam.

Forum itu turut dihadiri sejumlah pelaku usaha dan tokoh lainnya, antara lain Kris Wiluan, Abidin Hasibuan, Doly, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan. Mereka menyatakan dukungan kepada BP Batam dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Dengan penyatuan kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, para peserta menyampaikan optimisme bahwa kendala perizinan dapat diatasi sehingga menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pihaknya menginginkan adanya konstruksi pemikiran bersama antara BP Batam, pelaku usaha, dunia industri, dan tokoh masyarakat. Ia menyebut masukan dan kritik dari pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan formulasi kebijakan yang tepat sasaran.

Amsakar juga menyampaikan optimisme bahwa dukungan Forkopimda, dunia usaha, serta komponen daerah lainnya akan menjadi modal penting untuk mendorong akselerasi pembangunan dan ekonomi Batam pada 2026. Ia menambahkan, forum strategis serupa akan dilaksanakan secara rutin agar BP Batam dapat mendengar langsung hambatan di lapangan dan memperoleh pandangan dalam perumusan kebijakan ke depan, dengan harapan pertumbuhan ekonomi dan investasi dapat terus meningkat.