BERITA TERKINI
BRI Danareksa Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1–5,3 Persen pada 2026, Investor Diimbau Disiplin Hadapi Volatilitas

BRI Danareksa Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1–5,3 Persen pada 2026, Investor Diimbau Disiplin Hadapi Volatilitas

Tahun 2026 yang dalam tradisi Tionghoa dimaknai sebagai Tahun Kuda Api diperkirakan menjadi periode transformasi ekonomi yang dinamis. Peluang disebut tetap terbuka bagi pelaku pasar, namun kedisiplinan pengelolaan keuangan dinilai penting untuk menghadapi volatilitas yang dipicu kebijakan ekonomi global.

Chief Economist, Macro Strategist & Debt Research Division Head BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Helmy Kristanto, menilai karakter Tahun Kuda Api identik dengan unsur yang kuat dan pergerakan yang cepat. Ia merujuk pada siklus serupa pada 1966 yang diwarnai peristiwa besar, mulai dari Revolusi Budaya di China, meningkatnya intensitas Perang Vietnam, hingga lahirnya Supersemar di Indonesia.

“Jadi bisa dibaca, tahun yang penuh dinamika, yang namanya dinamika selalu ada volatilitas. Nah, justru volatilitas ini yang kita coba manfaatkan,” kata Helmy dalam acara BRIDS Market Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, tema utama 2026 adalah transformasi, terutama terkait implementasi aturan global yang berdampak luas.

BRIDS menyoroti dua isu global yang diperkirakan mendominasi sepanjang 2026, yakni ketegangan geopolitik dan perang tarif yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski lembaga internasional mulai merevisi naik proyeksi ekonomi, pertumbuhan global diperkirakan tetap cenderung landai.

Di tengah ketidakpastian tersebut, BRIDS memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada kisaran 5,1 hingga 5,3 persen pada 2026. Proyeksi ini didorong oleh perbaikan konsumsi domestik, penguatan investasi, serta kondisi likuiditas yang dinilai mulai melonggar.

Sejumlah indikator yang disebut menunjukkan tren positif antara lain Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang mencapai 127 atau tertinggi dalam setahun terakhir, pertumbuhan uang beredar (M2) sebesar 9,6 persen, serta aktivitas kredit perbankan yang mulai ekspansif. Helmy menilai membaiknya daya beli dan kebijakan moneter domestik yang akomodatif dapat membuka ruang penguatan pasar modal. Ia menekankan peluang lebih besar bagi investor yang disiplin.

Dari perspektif feng shui, ahli Feng Shui Indonesia Yulius Fang menilai Tahun Kuda Api membawa energi yang membuat orang lebih bersemangat, agresif, dan visioner. Ia menyebut, berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih menonjolkan kolaborasi, pada 2026 masyarakat cenderung berlomba-lomba menjadi yang utama.

Namun, Yulius juga mengingatkan potensi sisi negatif berupa ketidaksabaran dan fenomena fear of missing out (FOMO). Menurutnya, sifat temperamental dan emosional dapat meningkat karena banyak pihak tidak ingin tertinggal dalam menangkap peluang. “Tahun kuda api membawa energi optimisme dan pergerakan cepat, tetapi kunci keberhasilan justru ada pada strategi yang tenang dan bertahap,” ujarnya. Ia menyarankan investor fokus pada pertumbuhan yang konsisten dan menghindari sikap terlalu percaya diri.

Untuk menghadapi fluktuasi pasar, BRIDS merekomendasikan kombinasi instrumen saham dan obligasi. Instrumen fixed income atau obligasi dinilai tetap menarik sebagai penyeimbang portofolio di tengah arah suku bunga global yang lebih stabil. Di sisi lain, saham disebut memiliki potensi pertumbuhan seiring perbaikan fundamental emiten.

BRIDS juga menilai stabilitas domestik serta inflasi yang terkendali menjadi faktor pembeda Indonesia dibanding sejumlah negara berkembang lain dalam menarik arus modal masuk. Paparan proyeksi ekonomi dan panduan investasi 2026 tersebut disampaikan BRIDS bersama tinjauan feng shui pada pertengahan Februari 2026.