Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memperkuat strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tekanan situasi global. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyatakan pemerintah daerah berkomitmen menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal, efisiensi birokrasi, serta penguatan penerimaan agar kondisi ekonomi tetap kondusif.
Marhaen menekankan masyarakat tetap berikhtiar dan tidak panik. Ia menyampaikan pernyataan itu pada Minggu (4/4).
Menurut Marhaen, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas anggaran sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional, di tengah memanasnya situasi geopolitik yang berdampak pada harga minyak dunia.
Ia menegaskan Pemkab Nganjuk akan menjaga defisit anggaran tetap terkendali. Upaya strategis dilakukan melalui dua instrumen utama, yakni efisiensi belanja dan optimalisasi pendapatan. Pemerintah daerah menata ulang pengeluaran agar lebih produktif, serta mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah penghematan energi dan biaya operasional.
Marhaen juga meminta warga tidak terpancing isu yang dapat memicu keresahan. Ia memastikan kondisi kebutuhan pokok dan keamanan tetap terjaga, dengan menyebut BBM masih stabil serta stok beras Bulog masih aman.

