Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mendorong negara-negara anggota Developing Eight (D8) menurunkan tarif perdagangan di antara sesama anggota sebagai langkah bersama untuk mengatasi hambatan dagang dan memperkuat kerja sama internal.
Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi dalam wawancara khusus dengan Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026, menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 yang dijadwalkan berlangsung pada April. Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D8 tahun ini.
Menurut Boroujerdi, pengurangan tarif antarnegara anggota dinilai dapat memperkuat posisi ekonomi D8 di tengah dinamika global sekaligus meningkatkan kemakmuran bersama. Ia juga menilai langkah tersebut dapat membantu anggota D8 menghadapi kemungkinan munculnya tarif eksternal dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.
Boroujerdi menyebut kebijakan sejumlah negara yang memberlakukan tarif tinggi terhadap negara lain, termasuk negara berkembang, bukanlah kebijakan yang mengikat. Karena itu, ia memandang negara-negara D8 memiliki peluang membangun kerangka kerja sama yang lebih solid, baik melalui instrumen tarif maupun non-tarif, untuk mempermudah perdagangan dan investasi.
Ia menekankan, lingkungan perdagangan yang lebih stabil dan prediktif dapat tercipta apabila tarif antaranggota diturunkan. “Jika mereka mengurangi tarif antar negara, ancaman tarif apa pun yang datang dari luar, dari AS atau negara lain yang ingin menimbulkan masalah bagi perdagangan dan investasi internasional, tidak akan berhasil,” kata Boroujerdi.
Dalam konteks keketuaan Indonesia, KTT D8 tahun ini akan dihadiri para pemimpin dari Iran, Turki, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, dan Azerbaijan. Keketuaan Indonesia mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”
Boroujerdi menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia merupakan negara yang kooperatif serta menaruh perhatian pada solidaritas dan kerja sama dengan negara lain. Ia berharap kepemimpinan Indonesia dapat membantu memperkuat kerja sama di antara anggota D8, terutama di bidang perdagangan dan investasi.

