Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) menggelar simposium di Tunisia. Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Simposium ini juga dihadiri Rektor Universitas Az-Zaitunah Prof Abdellatif Bouazizi. Sejumlah tokoh dijadwalkan menjadi pemateri dalam agenda tersebut, antara lain Prof Munsif Abdul Jalil, cendekiawan KH Ahmad Baso, Hasibullah Satrawi, Dr Nur Rofiah, Hasto Kristiyanto, hingga Budiman Sudjatmiko.
Acara diawali dengan sambutan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang disampaikan secara virtual. Dalam sambutannya, Yaqut mengingatkan bahaya radikalisme dan menyebut jaringan radikalisme kini menyasar generasi muda.
"Tentu ini sebuah fenomena yang sangat mengkhawatirkan, tidak hanya dalam konteks masa depan Islam rahmatan lil alamin, tetapi juga dalam konteks masa depan peradaban nusantara dan peradaban dunia. Tidak bisa dibantah bahwa kalangan muda merupakan sasaran empuk sekaligus strategis. Gerakan dan jaringan radikalisme agama dalam upayanya untuk melakukan penanaman paham radikalisme agama, paham kebencian terhadap simbol agama lain dan juga paham kebencian terhadap simbol negara," ujar Yaqut.
Yaqut menilai gerakan radikalisme menanamkan kebencian kepada generasi muda. Ia menegaskan hal itu bertentangan dengan ajaran Islam yang menjunjung perdamaian.
"Islam sangat mengutuk kekerasan, Islam menjunjung tinggi perdamaian dan kerukunan dan itu adalah hakikat dari Islam yang rahmatan lil alamin yang kita semua yakini kebenarannya," tuturnya.
Selain itu, Yaqut mengingatkan mahasiswa Indonesia di berbagai negara untuk menjaga sikap dan tindakan. Menurutnya, perilaku mahasiswa turut menentukan citra Indonesia di mata internasional.
"Citra bangsa kita di mata dunia internasional tergantung bagaimana kita bersikap dan bertindak di negara orang. Jika kita bersikap dan berbudaya baik maka citra bangsa kita akan baik juga oleh karena itu mari kita senantiasa memberikan kontribusi yang paling baik untuk bangsa kita sesuai kapasitas yang kita miliki masing-masing," ucapnya.

