Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menekankan pentingnya penguatan kerja sama di antara negara-negara anggota Developing Eight (D8) di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai negara-negara merdeka, khususnya negara-negara Islam, perlu meningkatkan solidaritas dan kedekatan untuk menghadapi tantangan bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi dalam wawancara khusus di Jakarta pada Jumat (13/2), menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada April mendatang. KTT tersebut disebutnya sebagai momentum penting untuk memperkuat solidaritas sekaligus mendorong aksi ekonomi bersama.
Menurut Boroujerdi, pertemuan puncak itu menjadi kesempatan krusial untuk mengimplementasikan rencana-rencana ekonomi yang telah dirumuskan dan disepakati negara-negara anggota D8. Ia berharap pelaksanaan rencana tersebut dapat meningkatkan kerja sama ekonomi intra-blok secara signifikan dan memberi dampak positif bagi seluruh anggota.
Adapun negara-negara anggota D8 yang disebut dalam rencana tersebut meliputi Iran, Turki, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, dan Azerbaijan. Boroujerdi juga menilai KTT D8 memiliki peran penting dalam memperkuat kolaborasi antarnegara anggota, sekaligus mendorong kondisi ekonomi yang lebih baik dan pembangunan berkelanjutan di kawasan D8.
Indonesia, sebagai tuan rumah KTT D8 tahun ini, akan menyambut para pemimpin negara anggota. Peran Indonesia sebagai fasilitator kerja sama regional dan internasional turut diapresiasi oleh Boroujerdi.
Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga memuji kinerja ekonomi Indonesia yang dinilainya tangguh. Ia menilai Indonesia mampu menjaga ketahanan dan mempertahankan pertumbuhan yang stabil di tengah ketidakpastian global, yang menurutnya mencerminkan kerja sama kuat Indonesia dengan mitra regional dan internasional, termasuk ASEAN dan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Boroujerdi menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan Indonesia dalam presidensi D8 dapat membantu memperkuat dan meningkatkan kerja sama antarnegara anggota. Ia berharap presidensi Indonesia dapat menghadirkan inovasi dan inisiatif baru untuk mendorong integrasi ekonomi yang lebih dalam dan saling menguntungkan bagi seluruh anggota.

