BERITA TERKINI
Filipina dan Tiongkok Tempuh Langkah Bertahap untuk Stabilkan Hubungan, Sengketa LTS Belum Jadi Fokus Utama

Filipina dan Tiongkok Tempuh Langkah Bertahap untuk Stabilkan Hubungan, Sengketa LTS Belum Jadi Fokus Utama

MANILA — Duta Besar Filipina untuk Tiongkok, Jaime FlorCruz, mengatakan Manila tengah menempuh pendekatan bertahap untuk membangun fondasi hubungan yang stabil dengan Beijing sebelum masuk ke persoalan yang lebih sulit, termasuk sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang telah berlangsung lama.

“Kami membutuhkan keseimbangan baru dalam hubungan kita dengan Tiongkok. Kedua belah pihak (telah sepakat) untuk mengambil langkah-langkah bertahap atau kecil menuju hal itu,” kata FlorCruz kepada South China Morning Post (SCMP), Rabu (22/4). Ia menambahkan, Filipina menginginkan hubungan yang “stabil, dapat diprediksi, dan tidak mengalami pasang surut,” sembari mengelola perbedaan dan mencari titik temu.

Pernyataan FlorCruz muncul beberapa pekan setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr menyampaikan bahwa pemerintahnya tengah mengatur ulang hubungan dengan Beijing. Langkah ini dipandang sebagai sinyal penyesuaian kebijakan luar negeri Filipina di tengah dinamika geopolitik, termasuk perang AS-Israel melawan Iran.

Di bawah pemerintahan Marcos Jr, ketegangan Beijing-Manila meningkat seiring bentrokan berulang di sekitar pulau-pulau kecil yang diperebutkan di LTS. Tiongkok mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh pulau dan bentang alam di kawasan tersebut beserta perairan sekitarnya. Klaim itu tumpang tindih dengan klaim sejumlah negara tetangga, seperti Brunei, Malaysia, dan Vietnam, sementara Filipina disebut sebagai salah satu pihak pengklaim saingan yang paling vokal.

Meski demikian, dalam beberapa bulan terakhir muncul tanda-tanda pencairan hubungan. Di antaranya rencana patroli bersama di perairan yang disengketakan serta pertemuan diplomat senior bulan lalu, yang disebut sebagai pertemuan pertama dalam tiga tahun terakhir.

Pada bulan yang sama, Marcos Jr mengatakan kepada Bloomberg bahwa penataan ulang hubungan dengan Tiongkok sedang berlangsung dan akan disertai “restrukturisasi yang sangat serius.”

Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Filipina. FlorCruz mengatakan Manila mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, sekaligus memperkuat pariwisata serta pertukaran antarmasyarakat sebagai bagian dari penataan ulang hubungan.

“Kita kembali ke langkah-langkah dasar. Kami berharap dengan tercapainya landasan hubungan yang stabil, maka kita dapat melanjutkan pembicaraan mengenai isu-isu yang kontroversial,” ujarnya.

Namun FlorCruz mengakui sengketa LTS tetap menjadi sumber ketegangan tertentu. Ia juga memperingatkan agar kerja sama ekonomi tidak dijadikan alat tawar-menawar politik.

“Usaha patungan dan perjanjian bisnis hanya dapat berhasil dan berkelanjutan bukan karena memiliki tujuan politik, tetapi karena saling menguntungkan dan menghasilkan keuntungan bersama,” kata FlorCruz.

Dalam beberapa pekan terakhir, perang AS-Israel melawan Iran disebut turut menjadi katalisator yang mendorong pencairan hubungan antara Beijing dan Manila.